YOSS Angkat Bicara Terkait Polemik Pengelolaan Stadion Mattoangin

Ketua Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) saat menunjukkan berkas pengelolaan kawasan olahraga termasuk Stadion Mattoangin. (Foto/illank)

Ketua Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) saat menunjukkan berkas pengelolaan kawasan olahraga termasuk Stadion Mattoangin. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Pihak Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) angkat bicara soal polemik pengelolaan sarana dan prasarana olahraga, termasuk Stadion Mattoangin.

YOSS sebagai pengelola Stadion Mattoangin yang berubah nama menjadi Stadion Andi Mattalatta, selama 32 tahun ini tidak memiliki niat untuk menguasai yang merupakan salah satu aset milik Pemprov Sulsel.

“Kami sebenarnya tidak ngotot untuk memiliki tapi kita hanya mengelola,” kata Ketua YOSS, Andi Karim Beso saat memberikan keterangan persnya, Rabu (4/9/2019).

Andi Karim mengatakan, bahwa pihaknya sudah lama mengajukan untuk dilakukan pemeliharaan dari aset tersebut. Namun, hal itu tidak direalisasikan oleh pemerintah daerah sebelumnya.

“Tetapi sudah tiga gubernur ini kita sudah mengajukan pemeliharaan dari aset ini yang tentu membutuhkan dana dari APBD tapi selama itu tidak direalisasikan. Sampai masuk pemerintahan baru ini itu seakan-akan secara sepihak ingin mengambil alih,” terangnya.

Ketika dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan anggota dewan Provinsi Sulsel kata Andi Karim, pihaknya menyampaikan hal itu dengan membawa bukti-bukti yang ada. Bahkan, semua hadir pada saat itu baik dari KONI, BPN Sulsel, Biro Hukum, Biro Aset Pemprov Sulsel.

“Keputusan DPRD saat itu, bahwa untuk aset kawasan olahraga Mattoangin ini harus dikelola secara bersama. Tapi ini kan berarti harus ada pertemuan untuk membahas itu, tapi sampai sekarang belum sekalipun kami diundang oleh pihak pemprov,” ungkapnya.

Andi Karim menampik jika pihaknya ingin menguasai kawasan olahraga ini. Namun, dirinya mengakui hanya mengelolah aset tersebut berdasarkan bukti sertifikat yang diterbitkan oleh pemda.

“Kami juga tidak pernah ingin menguasai, kita hanya mengelolah. Buktinya kan yang terbitkan sertifikat adalah pemda, bukan YOSS yang terbitkan sertifikatnya,” pungkasnya.

(Ink/Azr)

Leave a Reply