Usai Ditetapkan Tersangka, Eks Direksi PD Parkir Makassar Kembali Diperiksa

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel akan kembali memeriksa mantan Direktur Umum dan Direktur Operasional PD PD Parkir Makassar Raya berinisial RM.

RM akan kembali dijadwalkan menjalani agenda pemeriksaan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran parkir tahun 2008 hingga 2017 yang menyebabkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp 1,9 miliar.

Dimana sebelumnya, RM sempat menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Sulsel dalam kapasitas sebagai saksi bersama dengan 22 saksi lainnya oleh penyidik pada tahap penyelidikan hingga tahap penyidikan.

RM resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejati Sulsel setelah melaksanakan gelar perkara beberapa waktu lalu, sehingga dari hasil gelar itu pun RM dinyatakan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di PD Parkir Makassar Raya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan, bahwa pihaknya akan kembali menjadwalkan pemanggilan pemeriksaan terhadap RM dalam kapasitas sebagai tersangka.

“Sudah berkali-kali diperiksa penyidik tapi dalam kapasitas selaku saksi. Tentunya agenda kedepan adalah menjadwalkan pemeriksaan yang bersangkutan sebagai saksi,” kata Salahuddin, Selasa (18/6/2019).

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel akhirnya membeberkan inisial tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana parkir di Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya.

Dalam kasus dugaan korupsi itu, menyebabkan negara mengalami kerugian sebesar 1,9 miliar dari anggaran 2008 hingga 2017. Sementara saksi yang suda diperiksa sebanyak 23 orang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Salahuddin menyebutkan bahwa tersangka dalam kasus itu adalah mantan Direktur Umum dan mantan Direktur Operasional PD Parkir Makassar Raya.

“Jadi tersangkanya adalah RM. Disini penyidik memilah perbuatan tersangka pada saat menjabat selaku Dir Ops, dimana dia mengambil uang perusahaan secara melawan hukum,” kata Salahuddin, Senin (17/6/2019).

(Ink/Azr)

Leave a Reply