Tunjukkan Patriotisme Dengan Menyebar Muatan Konten SARA, Pria Ini Ditangkap

Polisi hadirkan pelaku penyebar konten bermuatan SARA di media sosial di Mapolda Sulsel. (Foto/illank)

Polisi hadirkan pelaku penyebar konten bermuatan SARA di media sosial di Mapolda Sulsel. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Personel Tim Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel menangkap seorang pria diduga melakukan penyebaran konten yang bermuatan SARA di media sosial.

Pelaku berinisial AG yang berdomisili di Kota Makassar, memposting sebuah foto yang nampak anggota Polri dan TNI sedang mengamankan aksi demonstrasi warga Papua di akun Twitter miliknya AgusMatta2 pada akun Twitter media internasional.

Kemudian pelaku membalas akun miliknya dengan konten tersebut. Dan menambahkan kalimat “Usir Semua Mahasiswa N Pemuda Monyet Papua Kembali Papua. Setelah itu kami rakyat NKRI Siap tenggelam hancurkan.

Wakil Direktur Krimsus Polda Sulsel, AKBP P Simanjuntak mengatakan, bahwa pelaku berhasil ditangkap setelah pihaknya mendapatkan informasi dari Direktorat Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri sehingga pihaknya langsung menindaklanjuti dan berhasil mengamankan pelaku.

“Pelaku merupakan seorang karyawan swasta, setelah dilakukan penyelidikan terhadap pemilik akun Twitter tersebut diketahui berada di Kota Makassar sehingga petugas langsung bergerak dan mengamankan pelaku di kediamannya,” kata Simanjuntak saat memberikan keterangan persnya di Mapolda Sulsel, Kamis (5/9/2019).

Selain mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga turut menyita barang bukti berupa, satu unit handphone dan email serta password akun Twitter AgusMatta2.

“Motif pelaku memuat konten SARA ini berdasarkan penyelidikan bahwa dia ingin menunjukkan rasa patriotisme yang tinggi. Tapi hal itu salah. Untuk saat ini baru satu kasus kita temukan berdasarkan informasi dari Bareskrim Mabes Polri. Namun, kita tetap melakukan patroli cyber di media sosial untuk mengantisipasi postingan yang mengarah pada SARA dan provokasi,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, sebut Wadir Ditreskrimsus Polda Sulsel, pelaku akan dijerat dengan pasal 45A ayat (1) Juncto pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Pelaku terancam hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” pungkasnya.

Sementara menurut pengakuan pelaku, bahwa dirinya memposting konten ujaran kebencian itu untuk menunjukkan rasa patriotisme.

“Saya memposting itu untuk melarang segala bentuk aktivitas gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM),” aku AG saat ditanya.

Namun, dirinya tidak mengetahui jika memposting konten tersebut di media sosial dapat berakhir di kantor polisi. Dan pelaku pun menyesalkan perbuatannya.

“Saya tidak tau bakal sampai kesana. Karena jiwa saya lagi emosional melihat kegiatan para mahasiswa yang ingin merdeka dari Indonesia. Saya menyesal ternyata saya telah melanggar hukum,” ungkapnya.

(Ink/Azr)

Leave a Reply