Tujuh Terdakwa Perkara Korupsi Bimtek Enrekang Divonis 1 Tahun Kurungan

Para terdakwa korupsi Bimtek Enrekang saat mendengar putusan majelis hakim Tipikor Makassar. (Foto/illank)

Para terdakwa korupsi Bimtek Enrekang saat mendengar putusan majelis hakim Tipikor Makassar. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Majelis hakim Tipikor menjatuhkan vonis penjarah 1 tahun 2 bulan terhadap tujuh terdakwa perkara korupsi Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Enrekang di Pengadilan Tipikor Makassar, Selasa (11/6/2019).

Tujuh terdakwa yakni mantan Ketua DPRD Enrekang, Banteng Kadang dan dua wakilnya Arfan Renggong dan Mustiar Rahim serta Sekretaris DPRD Enrekang, Sangkala Tahir selaku kuasa pengguna anggaran. Dan tiga terdakwa sebagai penyelenggara atau EO, Gunawan, Nawir, dan Nurul Hasmi. 

Sidang agenda pembacaan vonis dengan menghadirkan tujuh terdakwa dan dilaksanakan secara bergantian. Dimana sidang dimulai tiga terdakwa dari unsur pimpinan DPRD Enrekang bersama Sekretaris DPRD Enrekang, lalu disusul tiga terdakwa dari unsur rekanan.

Ketua majelis hakim, Agus Rusiyanto dalam pembacaan amar putusannya mengadili terdakwa Banteng Kadang, Arfan Renggong dan Mustiar Rahim serta Sangkala Tahi secara sah dan menyakinkan melanggar pasal 3 juncto pasal 4 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Banteng Kadang, Arfan Renggong dan Mustiar Rahim serta Sangkala Tahi dijatuhi hukuman 1 tahun 2 bulan penjarah dan denda Rp 50 juta dengan subsidaer 3 bulan kurungan penjarah,” kata ketua majelis hakim saat persidangan.

Kemudian majelis hakim juga mengadili dan menjatuhkan vonis yang sama terhadap tiga terdakwa dari unsur rekanan yakni, Gunawan, Nawir, dan Nurul Hasmi. 

“Gunawan, Nawir, dan Nurul Hasmi dijatuhi hukuman penjarah 1 tahun 2 bulan dan denda Rp 50 juta dengan subsidaer 3 bulan kurungan,” tambahnya.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap ketujuh terdakwa ini terbilang ringan, dimana sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjarah 1 tahun 8 bulan.

Sementara menanggapi putusan majelis hakim tersebut, enam terdakwa masing-masing mantan Ketua DPRD Enrekang, Banteng Kadang dan dua wakilnya Arfan Renggong dan Mustiar Rahim serta Sekretaris DPRD Enrekang, Sangkala Tahir selaku kuasa pengguna anggaran. Dan tiga terdakwa sebagai penyelenggara atau EO, Gunawan dan Nawir, menyatakan fikir-fikir akan lakukan banding atau tidak.

Sedangkan, satu terdakwa yakni Nurul Hasmi yang mendengar pembacaan vonis majelis hakim hanya bisa menangis dan menyatakan menerima keputusan majelis hakim Tipikor Makassar.

(Ibl/Azr)

Leave a Reply