TNI AL Akan Survei Tiga Dimensi Kondisi Dasar Laut Palu

KRI Spica -934 saat melakukan operasi survei kedalaman laut Palu.

KRI Spica -934 saat melakukan operasi survei kedalaman laut Palu.

RAPORMERAH.co, PALU – TNI AL mengerahkan KRI Spica-934 untuk melaksanakan kegiatan survei tanggap darurat di wilayah perairan Palu dan sekitarnya.

Survei yang dilakukan KRI Spica-934 ini untuk menyiapkan alur pelayaran yang aman bagi kapal laut sipil dan militer yang akan mengirimkan bantuan ke Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya. Pasca bencana alam gempa bumi dan Tsunami yang melanda Sulteng.

Dikerahkannya KRI Spica merupakan salah satu tugas dari Pushidrosal sebagai lembaga Hidrografi Nasional yang sekaligus sebagai lembaga yang menyediakan data pendukung keselamatan pelayaran di perairan Indonesia yang mempunyai kewajiban untuk menjamin keamanan pelayaran serta bergerak cepat untuk membantu mengatasi masalah penyaluran bantuan logistik, terutama dari laut ke daerah yang terdampak bencana alam tersebut.

KRI Spica mempunyai peralatan survey Hidro-Oseanografi diantaranya adalah Multibeam Echosounder EM302 yang tidak hanya mampu menyediakan data bathimetri untuk laut dalam atau Depth Range hingga 7000 meter secara cepat dan tepat, namun juga mampu menggambarkan secara 3 dimensi bentuk dasar laut itu sendiri.

Komandan KRI Spica Letkol Laut (P) Hengky Iriawan mengatakan, bahwa kemampuan KRI Spica dalam memberikan gambaran bentuk dari dasar laut tersebut, diharapkan mampu memvisualisasikan patahan dan pergeseran permukaan lempeng bumi (Underwater Land Slide) yang menyebabkan terjadinya gempa bumi serta gelombang Tsunami di daerah Palu.

“Dengan hadirnya KRI Spica – 934 di daerah perairan terdampak bencana diharapkan akan mampu membantu kelancaran arus bantuan personil, logistik dan obat-obatan melalui laut untuk memulihkan daerah Palu dan sekitarnya,” ujar Hengki Irawan, Senin (8/10/2018).

Selanjutnya, data yang didapatkan KRI Spica kemudian dikelolah lebih mendetail lagi untuk memperbarui peta alur laut.

“Data tersebut akan diolah lebih detail guna memperbaharui peta alur laut perairan dan peta mitigasi bencana alam di Palu dan sekitarnya,” pungkasnya.

Penulis : Illank | Editor : A.Azhar

Leave a Reply