Tim Kesehatan TNI AL Temukan Desa dengan Pasien 540 Orang Yang Sakit

Tim Medis TNI AL lakukan pengobatan terhadap warga korban gempa dan Tsunami yang terisolasi.

Tim Medis TNI AL lakukan pengobatan terhadap warga korban gempa dan Tsunami yang terisolasi.

RAPORMERAH.co, DONGGALA – Tim Kesehatan yang dikerahkan TNI Angkatan Laut (AL) ke lokasi gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) berhasil menemukan sebuah desa terpencil.

Desa terpencil tersebut diketahui bernama Desa Labean, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala. Dimana Tim Kesehatan TNI AL juga menemukan warga sebanyak 540 orang korban dampak gempa dan Tsunami Palu, Donggala dan Sigi.

Tim medis TNI AL langsung memberikan pelayanan kesehatan di rumah Sekertaris Desa Labean terhadap 540 orang korban diantaranya, pengobatan dari poli umum dengan komposisi prevalensi penyakit batuk pilek sebanyak 326 orang, diare ada 110 orang dan Hypertensi serta penyakit lain ada 108 orang.

“Diantara pasien tersebut, 114 pasien merupakan anak-anak usia balita hingga sekolah,” kata Komandan Lapangan Tim Kesehatan TNI AL Drg Ketut Triwanto, Rabu (10/10/2018).

Kepala Rumah Sakit Laboratorium Gigi (Karumkit Ladokgi) TNI AL Yos Sudarso Makassar mengatakan, selain membuka pelayanan kesehatan, Tim Kesehatan TNI AL juga menyalurkan logistik bantuan dari KAL Birang I.6-61 kepada masyarakat korban gempa dan Tsunami.

“Tim kita di Desa Labean mendapatkan pasien 540 orang dari jumlah penduduk sebanyak 3.676 (815 KK). Korban mendapatkan pelayanan kesehatan di poli umum dengan penyakit yang beragam. Masyarakat disini mayoritas mata pencahariannya adalah petani dan nelayan yang masih trauma akibat bencana alam gempa dan Tsunami,” ungkapnya.

Sedangkan untuk persentase kerusakan material akibat gempa mencapai 623 rumah, bangunan mesjid 4 unit, musshola 2 unit, bangunan sekolah yang terdiri dari
TK, SD, SMP dan SMA ada 7 unit
serta 1 dermaga perikanan.

‚ÄúSampai saat ini, kehidupan disana masih belum berjalan normal. Karena masyarakat disana masih trauma akibat bencana gempa dan Tsunami yang terjadi di desa mereka,” tambah Drg Ketut Triwanto.

Penulis : Illank

Leave a Reply