Tiga Oknum Satpol PP Makassar Dijadikan Saksi Terkait Kasus 1 Kg Sabu

Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi saat memperlihatkan sabu seberat 1 kg yang direncanakan akan dibawa ke Makassar.

Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi saat memperlihatkan sabu seberat 1 kg yang direncanakan akan dibawa ke Makassar.

RAPORMERAH.co, PAREPARE – Tiga oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang diduga terlibat kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu seberat satu kilogram dijadikan sebagai saksi.

Hal dikatakan oleh Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi saat memberikan keterangan persnya di Mapolres Parepare, Rabu (9/1/2019).

“Ketiga orang ini masih dijadikan sebagai saksi dalam perkara tersebut,” kata Pria Budi.

Pria Budi menerangkan, terungkapnya sabu seberat 1 kg ini setelah pihaknya melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang KM Bukit Siguntang dari Tarakan, Kalimantan Utara menuju Pelabuhan Nusantara Parepare, dimana salah satu penumpang ditemukan sabu tersebut di dalam sebuah tas ransel yang dibawa oleh tersangka berinisial MH merupakan warga Kabupaten Pinrang.

“Dari dalam tas MH kita temukan sabu seberat 1 kg. Sementara tiga oknum Satpol PP ini hanya menjemput MH di pelabuhan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, ketiga oknum honorer Satpol PP Makassar ini tak mengenali MH. Mereka hanya disuruh untuk menjemput tersangka dengan diberikan ongkos perjalanan dari Makassar sebanyak Rp 500 ribu.

“Mereka disuruh oleh seseorang yang yang mengaku saudara tersangka. Sampai saat ini masih dalam pengejaran, sehingga ketiga orang ini masih dijadikan sebagai saksi dalam perkara tersebut,” sebutnya.

Rencananya lanjut Pria Budi, barang haram tersebut akan dibawa masuk ke Kota Makassar. Bukan lagi, dibawa ke Kabupaten Sidrap dan Pinrang.

“Terjadi perubahan modus operandinya, karena biasanya yang kami ungkap barag tersebut dibawa ke Kabupaten Pinrang dan Sidrap. Dengan diamankannya sabu seberat 1 kg ini sekitar 10 ribu orang berhasil kita selamatkan,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, MH dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) dan 132 ayat 1 Undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

(Ibl/Azr)

Leave a Reply