Terungkap, Napi Penghuni Lapas Makassar Sutradara Dibalik Kebakaran Maut Tinumbu

Lima pelaku penganiayaan dan pembakaran rumah di Jalan Tinumbu lorong 166B ditangkap polisi | Foto : Illank

Lima pelaku penganiayaan dan pembakaran rumah di Jalan Tinumbu lorong 166B ditangkap polisi | Foto : Illank

RAPOMERAH.co, MAKASSAR – Pihak Polrestabes berhasil mengungkap dan menangkap lima orang pelaku penganiayaan serta pembakaran di Jalan Tinumbu lorong 166B, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, terjadi pada Senin (6/8) lalu.

Pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap almarhum Ahmad Fahri alias Desta yakni Riswan Idris alias Ako (23), Haidir Muthalib alias Aco (25) dan Wandi (23).

Sementara, untuk pelaku pembakaran rumah milik almarhum H Sanusi kakek dari almarhum Ahmad Fahri alias Desta bernama, Andi Muh Ilham Agsari alias Ilho (23) dan Akbar Dg Ampuh (32) serta Rahman alias Appank masih dalam pencarian kepolisian.

Akibat dari kebakaran tersebut, ada enam korban jiwa yang diketahui bernama H Sanusi (70), Hj Bondeng (65), Hj Musdalifa (40), Namira (20), Hijas (5), dan Ahmad Fahri alias Desta (25). Keseluruhan korban meninggal dunia merupakan satu keluarga. Serta tiga unit rumah hangus terbakar.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, hasil penyelidikan pihaknya mengetahui bahwa terjadinya pembakaran yang dilakukan oleh Andi Muh Ilham Agsari alias Ilho (23) dan Rahman alias Appank di rumah korban. Berawal dari kasus penganiayaan yang terjadi pada dua hari sebelum malam kejadian pembakaran.

“Pelaku yang melakukan pembakaran adalah Ilho bersama Appank yang masih dalam pengejaran petugas. Pembakaran ini diduga kuat atas instruksi oleh Akbar Dg Ampuh,” kata Irwan Anwar, Minggu (12/8/2018).

Irwan menyebutkan, bahwa Akbar Dg Ampuh merupakan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 A Makassar dalam kasus pembunuhan dan kasus narkotika. Sehingga dilakukan koordinasi dengan pihak lapas untuk mengamankan tersangka.

“Ketika kita berkoordinasi dengan pihak lapas, dari ruangan Akbar Dg Ampuh ditemukan 4 unit telepon ngenggam dan satu unit diduga ada timbangan narkotika,” ujarnya.

Sedangkan lanjut Irwan, barang bukti lainnya yang berhasil diamankan berupa 1 botol air mineral, laci sisa pembakaran, rak piring sisa pembakaran, dan tiang sisa pembakaran dari rumah korban.

“Dimana ketika kejadian botol itu diisi bensin oleh Ilho untuk menyiram rumah korban. Kemudian hal itu dikuatkan dengan hasil Labfor, yang ditemukan ada api yang terbuka,” sambungnya.

Dia menyebutkan, bahwa dari peristiwa ini motifnya adalah masalah jual beli narkoba. Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik kata Irwan, bahwa almarhum Ahmad Fahri alias Desta pernah melakukan transaksi dengan Akbar Dg Ampuh.

“Jadi penyebab Akbar Dg Ampuh menyuruh melakukan pembakaran ini, karena almarhum tidak mau membayar hutang sabunya kepada Akbar sebanyak 9 pake sabu yang senilai Rp 10 juta,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Akbar Dg Ampuh juga menyuruh tiga orang tersangka lainnya, Riswan Idris alias Ako, Haidir Muthalib alias Aco dan Wandi untuk menagih hasil penjualan 9 pake sabu terhadap almarhum Ahmad Fahri alias Desta.

Kapolres Makassar mengungkapkan, jika kejadian pembakaran terjadi pada Senin subuh hari, maka kejadian yang didahului adalah kasus tindak penganiayaan terhadap korban Fahri dilakukan oleh ketiga tersangka Riswan Idris alias Ako, Haidir Muthalib alias Aco dan Wandi, pada Sabtu (4/8) malam.

“Jadi dua hari sebelum kejadian kebakaran, diawali dulu kejadian tindak penganiayaan dengan motif sama menagih hutang sabu,” ungkapnya.

Penulis : Illank | Editor : A.Azhar

Leave a Reply