Tersangka Begal Potong Tangan Mahasiswa di Makassar Diserahkan ke Kejari

Tersangka begal sadis yang menyebabkan tangan Imran terputus ditahan di rutan Kejari Makassar usai dilimpahkan dari Polrestabes Makassar. (Foto/illank)

Tersangka begal sadis yang menyebabkan tangan Imran terputus ditahan di rutan Kejari Makassar usai dilimpahkan dari Polrestabes Makassar. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Penyidik Satuan Reskrim Polrestabes Makassar melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus begal yang mengakibatkan tangan korban terputus yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pihak kepolisian menyerahkan empat tersangka ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P-21.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Makassar, Ulfadrian Mandalani mengatakan, jika pihaknya menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus begal potong tangan dari pihak kepolisian.

“Hari ini tahap duanya dari kasus begal sadis itu yang terdiri dari dua tersangka dan dua lagi sebagai penandah,” kata Ulfadrian.

Dalam kasus begal sadis ini yang menyebabkan tangan Imran (20) putus, sebelumnya terdapat lima orang tersangka yakni Firman, Aco, Enal, Fataulla dan Irman.

Namun, kata Ulfah, hanya ada empat orang tersangka yang memenuhi unsur untuk dilanjutkan berkas perkaranya.

“Hanya empat tersangka yang lanjut berkas perkaranya. Sedangkan pemilik sajam tak memenuhi unsur karena dirinya tidak mengetahui untuk apa sajam itu dipinjam oleh pelaku,” ungkapnya.

Ulfah menerangkan, jika pihaknya akan menyiapkan empat orang jaksa sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap masing-masing tersangka pada sidang nantinya.

“Masing-masing dua jaksa untuk para tersangka jadi ada empat jaksa kita siapkan. Karena berkas perkaranya ada dua. Dan dalam waktu dekat para tersangka kita akan limpahkan ke pengadilan,” pungkasnya.

Saat ini, keempat pelaku begal sadis yang menyebabkan tangan mahasiswa ATIM, Imran terputus ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Makasar sambil menanti jadwal persidangan.

(Mir/Azr)

Leave a Reply