Telan APBN Miliaran Rupiah, Proyek Halte BRT Mamminasata Dibidik Polda Sulsel

Halte-BRT

Halte-BRT

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel membidik Halte Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Makassar, diduga terjadi tindak pidana korupsi.

Hal ini disampaikan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati, jika pihaknya tengah menyelidiki spesifikasi pembangunan halte BRT.

Dimana lanjut Yudha, terlihat adanya kualitas pembangunan ditahap awal pada tahun 2105 dibandingkan tahap selanjutnya pada tahun 2016 dan 2017.

“Warna besi lebih bagus, berdasarkan spesifikasi ada tidak kesesuaian. Prinsipnya halte yang lama lebih bagus dibanding yang baru,” kata Yudha Wiradjati, Rabu (27/3/2019).

Diketahui, total 150 halte tersebar di wilayah Mamminasata, anggaran lebih dari Rp20 miliar, dan pembangunan bertahap sejak 2015. Sedangkan untuk anggaran tahun 2016 sebesar Rp9,7 miliar, dan tahun 2017 Rp6,7 miliar.

Halte BRT ini, kini tak dimanfaatkan bahkan ada yang beralih fungsi jadi tempat dagangan asongan. Bahkan halte tersebut sebagian telah banyak mengalami kerusakan dan terlihat sangat menakutkan.

Walaupun pembangunan halte BRT telah menelan anggaran yang begitu banyak, Yudha mengaku, jika pihaknya saat ini belum melihat dan mengantongi dokumen terkait halte tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang diterima bahwa pembangunan halte tahap ini terlihat buruk.

“Ini masih pulbaket. Saya tidak enak bicara omong kosong. Tunggu saya hasil penyelidikannya,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Halte BRT Maminasata itu merupakan Ilyas Iskandar yang juga merupakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sulsel.

(Mir/Azr)

Leave a Reply