Siswi SD di Makassar Dicabuli Kakenya Berulang Kali

RAPORMERAH.CO – Anak perempuan berinisial, Bunga yang berusia 8 tahun menjadi korban pencabulan yang dilakukan kakek di Makassar.

Korban yang masih duduk di bangku kelas dua SD dicabuli oleh kakeknya sendiri berinisial K berumur 56 di sebuah gudang tempat pelaku bekerja wilayah Kecamatan Tallo.

Kejadian bejat kakek K ini dibenarkan Ketua tim reaksi cepat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar, Makmur Payabo jika pihaknya menerima laporan dari keluarga korban, Rabu (30/10).

“Kemarin ada orang tua melapor anak perempuannya diduga dicabuli kakeknya. Dan diduga itu sudah berulangkali, karena sang ibu ini tidak bisami menghitung banyaknya perlakuan cabul itu,” kata Makmur ditemui, Kamis (31/10/2019).

Makmur menerangkan, diduga aksi pencabulan korban yang dilakukan sang kakek ketika Bunga pulang sekolah di sebuah gudang rongsokan, kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo.

Sehari-hari kakek K ini bertugas menjaga gudang tersebut yang kemudian dimanfaatkan kepercayaan ibu korban untuk menitipkan anaknya saat sang ibu bekerja sebagai pengepul.

Ibu korban meminta sang anak ketika pulang sekolah tidak masuk ke dalam gudang bermain-main. Dan korban juga diminta bermain di luar bersama kakek K yang merupakan penjaga gudang.

“Tetapi si kakek memanfaatkan si anak ketika waktu luang, dia memanggil ini anak lalu dicabuli. Dia mengancam mau lomboki mulutnya, ketika berbicara tentang apa yang dialaminya, makanya takut, pasrah begitu,” paparnya.

Dari keterangan ibunya, jika dirinya menyuruh anaknya bermain di sekitaran gudang tersebut, karena kondisi rumahnya yang kosong. Dimana, sang ayah bekerja sebagai supir pete-pete.

“Ini ibunya sama kakeknya satu tempat kerja, cuman beda posisinya, jadi kalau pulang sekolah pasti ke gudang tersebut, karnakan rumahnya kosong, mamanya kerja, bapaknya supir pete pete, anak tunggal ini anak,” bebernya.

Akhirnya, aksi bejat kakek K pun terbongkar setelah sang ibu curiga dengan kondisi buah hatinya. Korban sering mengeluh meringis kesakitan di bagian kemaluannya terlebih lagi cara berjalannya sudah berbeda.

“Muncul kecurigaan mamanya, pas anak ini mengeluh sakit dan mamanya lihat kayaknya ada yang ganjal anak ini, dia tanya baik-baik kenapa bisa seperti ini dan siapa yang ajari, ternyata kakeknya. Anak itu tidak bisa hitung sudah berapa kali, yang jelas setiap digagahi sama kakeknya pasti berdarah. Sudah divisum juga kemarin,” terangnya.

Kasus bejat kakek K sudah didalami pihak P2TP2A dan ibu korban pun sudah melaporkan ke pihak kepolisian.

“Saat ini anak itu belum bisa terlalu banyak bicara, ia masih harus didampingi oleh psikolog, baru bisa ditanya-tanya lagi. Kita belum bisa memastikan, sudah dilaporkan orang tuanya ke Polrestabes, nah baru Polrestabes orang tuanya ke sini (P2TP2A),” tuturnya.

“Jadi kita hanya menunggu keterangan lebih lanjut oleh psikolog, karena itu mungkin lebih jelas nanti kalau psikolog yang tangani, karna mereka mau asesmen ini kasus mulai dari awal untuk mengungkap seperti apa anak ini,” sambungnya.

Terpisah, Kanit PPA Polrestabes Makassar Iptu Ismail yang dikonfirmasi mengaku baru akan mengecek laporan korban. Dia menyebut pihaknya tengah menangani banyak laporan serupa, sehingga harus mengecek ulang.

“Coba tanya P2TP2A siapa yang tangani pelaporannya, karna kasus begitu kan tidak mutlak masuk di PPA, siapa tau unit lain, cek dulu siapa penyidiknya lah, kita belum bisa jawab kalau detailnya siapa yang tangani karna, banyak laporan masuk,” terangnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

(Ink/Azr)

Leave a Reply