Sindikat Pengedar Ganja Lintas Kampus di Kota Makassar Diterkam Tim Elang

Tim Elang Tangkap tujuh mahasiswa pengedar ganja lintas kampus di Kota Makassar | Foto : Illank

Tim Elang Tangkap tujuh mahasiswa pengedar ganja lintas kampus di Kota Makassar | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Anggota Tim Elang Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar berhasil mengungkap jaringan narkotika jenis ganja lintas kampus di Kota Makassar.

Hasilnya anggota Tim Elang menangkap tujuh pelaku penyalahgunaan narkotika jenis ganja yang keseluruhan pelaku merupakan mahasiswa.

Para pelaku ini bernama, Eky Setiawan alias Eki (20) mahasiswa kampus Unifa, Basrah (27) mahasiswa Unismuh, Reski (24) mahasiswa UNM, Farid (21) mahasiswa UIN, Muh Amin (24) mahasiswa Amkop, Muh Yusran (25) mahasiswa Unismuh dan Muh Surdianto (24) mahasiswa UVRI.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, pihaknya menangkap tujuh pelaku yang menyasar dikalangan mahasiswa di Kota Makassar.

“Kita dapatkan ada yang berperan sebagai pengedar. Namun semuanya setelah menjalani tes urine, hasilnya keseluruhan pelaku positif,” kata Kompol Diari Astetika saat memberikan keterangan persnya di Mapolrestabes Makassar, Rabu (8/8/2018).

Diari menyebutkan, bahwa pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu set alat isap sabu, tujuh sachet plastik berisi batang, biji dan daun kering daun ganja, satu bungkus ganja, satu kaleng Pomade berisi ganja, satu bungkus biji ganja, tujuh batang ganja dan satu set alat isap sabu, serta satu bungkus daun ganja.

“Selain ganja, kita juga temukan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak lima sachet dari tangan pelaku bernama Eky Setiawan alias Eki mahasiswa semester IV,” ungkapnya.

Sementara, lanjut Diari, untuk lokasi penangkapan ketujuh pelaku ini berada di tiga lokasi berbeda di Kota Makassar, yakni di Jalan Dg Tata 3 lorong 4, Jalan Mallengkeri 2 dan Jalan Manuruki 10.

“Saat dilakukan transaksi dengan pelaku, anggota kami diarahkan masuk ke salah satu sekretariat organisasi kemahasiswaan yang berada di dalam kampus salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jalan AP Pettarani Makassar,” ungkapnya.

Akibat perbuatan pelaku kata Diari, mereka dipersangkakan pasal 114 ayat (1), atau pasal 112 ayat (1) dan pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) junto pasal 135 UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Penulis : Illank

Leave a Reply