Sidang Praperadilan Penyitaan Aset Abu Tour, Polda Sulsel Hadirkan Prof Said Sebagai Saksi Ahli

Suasana sidang praperadilan penyitaan aset Abu Tours di Pengadilan Negeri (PN) Makassar sejumlah agen dan calon jamaah umroh Abu Tours yang gagal berangkat menghadiri sidang tersebut. (Foto/illank)

Suasana sidang praperadilan penyitaan aset Abu Tours di Pengadilan Negeri (PN) Makassar sejumlah agen dan calon jamaah umroh Abu Tours yang gagal berangkat menghadiri sidang tersebut. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Sidang praperadilan penyitaan Aset Abu Tours yang diajukan maskapai penerbangan Saudi Airlines kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin (16/7/2018).

Dalam sidang tersebut pihak Polda Sulsel sebagai termohon menghadirkan saksi ahli dari Unhas, Prof Said Karim.

Prof Said Karim membeberkan bahwa penyidik tidak memiliki kewajiban untuk mengembalikan barang sitaan aset Abu Tours dalam praperadilan. Tidak seharusnya kata Prof Said, pihak Saudi melayangkan gugatan praperadilan karena bukan hanya pihak maskapai penerbangan Saudi Airlines yang dirugikan oleh Abu Tours

“Hukum publik harus diutamakan dari pada hukum privat,” kata Prof Said Karim.

Dalam kesaksiannya Prof Said mengungkapkan, bahwa yang memiliki kewenangan untuk mengembalikan barang adalah hakim, ketika penyidik menyita barang tersangka tetapi tidak dijadikan alat bukti.

“Setahu saya, ketika ada alat bukti yang disita oleh penyidik, hakim bisa mengembalikan barang bukti itu tetapi harus dalam putusan perkara pokok,” imbuhnya.

Ia juga menerangkan bahwa dalam putusan praperadilan, majelis hakim memiliki kewenangan mengembalikan barang bukti berdasarkan Pasal 82 ayat 3 huruf D. Namun kata Prof Said kewenangan ini untuk barang yang tidak dijadikan sebagai alat bukti.

Setelah memberikan keterangan dihadapan hakim sidang praperadilan, Prof Said meninggalkan ruang sidang.

Penulis : Illank

Leave a Reply