Sidang Kasus Pembunuhan Nyaris Ricuh

Suasana ruang persidangan di PN Makassar keluarga korban teriaki tiga terdakwa. (Foto/illank)

Suasana ruang persidangan di PN Makassar keluarga korban teriaki tiga terdakwa. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Sidang perkara pembunuhan yang digelar di Pengadilan Negeri Makassar, berakhir dengan diwarnai teriakan keluarga korban pembunuhan, Senin (11/3/2019).

Teriakan keluarga korban, Agus (28) itu terjadi ketika majelis hakim setelah mendengarkan keterangan dari tiga saksi dan kemudian menunda sidang hingga pekan depan.

Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum menghadirkan tiga orang saksi yang merupakan keluarga korban Agus dan tiga orang terdakwa yakni, Imran Ali, Irvan dan Junaedi alias Jack.

Video : Keluarga Korban Teriaki Terdakwa

Ketiga saksi yang dihadirkan dari keluarga korban yakni, H. Iskandar, Hj. Juniati dan Hj. Intan. Sementara ketiga terdakwa selama jalannya persidangan terlihat hanya tertunduk lesu.

Hj Intan mengaku mengetahui kejadian tersebut, setelah dirinya mendapatkan kabar dari keluarganya jika adiknya, Agus sudah meninggal dunia di RS Bhayangkara Makassar.

“Saya mengetahui saudara saya dibunuh waktu ditelepon keluarga, katanya agus sudah ada di rumah sakit Bayangkara dan meninggal. Saya lihat banyak bekas luka dan tikaman,” ungkap Hj Intan dihadapan majelis hakim.

Para terdakwa tidak mengelak ataupun membantah apa yang saksi utarakan dalam persidangan saat ditanya oleh majelis hakim.

Peristiwa naas itu terjadi karena dipicu permasalahan rumah tangga antara Agus dan Irawati yang merupakan mantan istri korban. Hubungan pernikahan mereka kandas, namun pada Sabtu (27/10/2018) lalu korban memukul Irawati.

Setelah dipukul oleh korban, Irawati memberitahukan kejadian itu kepada kedua saudaranya yaitu, Imran dan Irvan serta kekasih Irawati, Junaedi.

Kemudian ketiga terdakwa mencari Agus lalu menemukan korban yang melintas di Jalan Kalimantan, Kota Makassar, dan langsung menebas korban yang dilakukan oleh Imran.

Para terdakwa pun didakwa dengan pasal 338 juncto pasal 55 ayat ke (1) KUHPidana.

(Mir/Azr)

Leave a Reply