Sering Nyabu, Oknum Ketua RT di Makassar Diciduk Polisi

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika saat ditemui di Mapolrestabes Makassar. (Foto/illank)

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika saat ditemui di Mapolrestabes Makassar. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Oknum Ketua Rukun Tetangga (RT) ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar diduga terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Kamis (10/1/2019).

Pelaku bernama Rusli Dg Bonto (43), ketua RT 05, RW 02 Jalan Kumala 2, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, bersama dengan rekannya, Hidayat Halim alias Dayat (32), warga Perumahan Bumi Cahaya Reski di Kabupaten Gowa.

Rusli mengaku, bahwa dirinya telah lama memakai sabu-sabu. Bahkan, jika ada yang permintaan sabu maka dirinya yang akan pergi membeli

“Sejak tahun 2016, saya konsumsi sabu-sabu pak. Dan sesekali juga pergi membeli lalu menjualnya kembali,” kata Rusli saat ditemui di Polrestabes Makassar.

Setelah sekian lama menggunakan barang haram tersebut, anak dan istri Rusli tidak mengetahui perbuatannya. Dia menggunakan sabu pada saat keluarganya sudah tertidur.

“Kalau tidur mi istriku dan anakku baru saya pakai sabu-sabu,” bebernya.

Sementara, Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika menjelaskan, bahwa oknum ketua RT yang ditangkap sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi. Karena berdasarkan informasi yang diterima, ketua RT ini kerap melakukan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lokasi kejadian.

“Pelaku ini merupakan pengedar dan sekaligus penyalahguna narkoba. Dia kerap pergi membeli sabu-sabu atas permintaan dari beberapa rekannya,” kata Diari Astetika, saat ditemui di Polrestabes Makassar, Jumat (11/1/2019) sore.

Diari menerangkan, saat dilakukan penangkapan dan penggerebekan, pihaknya berhasil menemukan barang bukti berupa beberapa sachet kosong sisa sabu, serta alat hisap sabu.

“Saat dilakukan tes urine, mereka ini positif narkoba dan diduga mereka baru saja sudah berpesta narkoba,” tambahnya.

Atas perbuatannya, oknum ketua RT ini bersama rekannya dijerat dengan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1), UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun.

(Ink/Azr)

Leave a Reply