Sepanjang Tahun 2017 Dua Aksi Demo Berujung Bentrok Terjadi di Sulsel

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono saat merilis akhir tahun 2017 di Mapolda Sulsel, Jumat (29/12/2017) | Foto : Illank

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono saat merilis akhir tahun 2017 di Mapolda Sulsel, Jumat (29/12/2017) | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Sepanjang tahun 2017 ada dua catatan Polda Sulsel terkait aksi demonstrasi yang berakhir dengan bentrok di Kota Makasar.

Hal itu dikatakan oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono saat rilis akhir tahun 2017 di Mapolda Sulsel, Jumat (29/12/2017).

“Dua catatan itu, aksi mahasiswa UIN dan aksi para supir pete-pete di kantor Gubernur Sulsel,” kata Umar.

Jendral bintang dua ini menyebutkan bahwa kinerja Polda di seluruh fungsi sepanjang tahun 2017. Salah satunya adalah fungsi Kamtibmas.

Fungsi Kamtibmas tersebut tentunya, kata Umar, mengalami kenaikan 1.081 sepanjang 2017. Trend ini naik sampai 109 kasus dari tahun 2016, dimana ada 972 kasus.

“Selain dua kasus itu, ada aksi damai dipengaruhi dua kebijakan pemerintah. Perppu 22/2017 tentang Ormas, dan Permenhub 32 tahun 2016,” jelas Umar.

Sementara, staf ahli Kapolda bagian Kriminolog, Prof. Hery Tahir mengatakan, Polda Sulsel banyak melakukan hal di luar tupoksinya dengan banyak mengunjungi warga.

“Kegiatan itulah yang membuat polda semakin membuktikan hubungan Polri dan masyarakat semakin terintegrasi dengan baik” ungkap Hery Tahir.

Saat rilis, Kapolda Sulsel, Irjen Umar Septono, didampingi Wakapolda Sulsel Brigjen Mas Guntur Laupe, dan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani.

Penulis : Illank

Leave a Reply