SCW Desak Kejaksaan Eksekusi Terpidana Kasus Kredit Fiktif BPD Palopo

IST

IST

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo didesak oleh Aktivis Lembaga Sulawesi Corruption Watch (SCW) Sulsel untuk segera eksekusi terpidana kasus kredit fiktif di Bank Sulselbar (BPD) Cabang Palopo, Irianwati (52).

Dimana Mahkamah Agung (MA) menjatuhi terpidana dengan hukuman 7 tahun penjara berdasarkan surat putusan nomor 1846 K/Pid.Sus/2016.

Berdasarkan putusan majelis hakim Mahkamah Agung, Irianwati binti Muh Taebe Jen dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Tak hanya itu, majelis hakim juga membatalkan putusan Pengadilan Tipikor Makassar Nomor 07/Pid.Sus.TPK/2015/PN.Mks tertanggal 15 Desember 2015 yang menjatuhi vonis bebas terhadap Irianwati.

Irianwati juga dikenakan denda sebesar Rp200 juta dan uang pengganti kerugian negara senilai Rp 550 juta subsider satu tahun penjara.

Koordinator Investigasi SCW Sulsel, Abd Rahman mengatakan, mendesak pihak Kejari Palopo agar segera mengeksekusi putusan MA tersebut.

“Iya harusnya sudah dieksekusi. Kan sudah turun putusan MA-nya, bahkan sejak 2016. Ada apa sampai saat ini belum juga di eksekusi?,” kata Abd Rahman, Minggu (28/4/2019).

Diketahui, dalam kasus ini, selain mantan Walikota Palopo Tendriadjeng. Jaksa juga menyeret mantan Kepala Cabang Bank Sulselbar Palopo Syaifullah Ali Imran, dan pengusaha Irianwati.

Dimana duduk perkara dalam kasus ini, mencatat bahwa pihak Bank Sulselbar memberikan kredit kepada 22 nasabah yang sumber dananya dari Surat Utang Pemerintah sebesar Rp 5,3 miliar

Tenriadjeng selaku Walikota Palopo, diduga memanfaatkan jabatannya mengurus kredit tersebut. Dimana pencairannya tak sesuai prosedur.

(Mir/Azr)

Leave a Reply