Satu Anggota KPPS Meninggal Dunia, KPU Makassar : Pemilu 2019 Sangat Berat

Komisioner KPU Makassar, Endang Sri saat melayat di rumah duka dan berbincang bersama ibu dan bapak almarhum, Radiayansa petugas Penyelegara Pemilu. (Foto/illank)

Komisioner KPU Makassar, Endang Sri saat melayat di rumah duka dan berbincang bersama ibu dan bapak almarhum, Radiayansa petugas Penyelegara Pemilu. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar melayat dirumah almarhum, Radiayansa (31) yang merupakan salah satu anggota KPPS di TPS 9, Kelurahan Bunga Ejaya Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sabtu (27/4/2019).

Radiayansa meninggal dunia, sore tadi, setelah menjalani perawatan medis pasca pemungutan suara pada 17 April lalu yang diakibatkan kelelahan melaksanakan tugasnya sebagai anggota KPPS di TPS 9 dibagian pertintahan.

KPU Makassar pun merasa kehilangan dan berbelah sungkawa atas meninggal dunianya salah satu pahlawan demokrasi pada Pemilu serentak 2019 ini.

Komisioner KPU Makassar, Endang Sri mengatakan, bahwa Pemilu kali ini memang sangat berat, karena mulai dari pemungutan hingga perhitungan suara ditingkat TPS memakan waktu yang sangat lama.

“Perhitungan suara memakan waktu yang lama, sehingga almarhum drop. Kami dapat informasi bahwa almarhum ini sempat sakit dan menjalani rawat inap selama tiga hari. Almarhum telah syahid dalam mengawal sistem demokrasi di negara ini,” kata Endang saat ditemui dirumah duka.

Endang menerangkan, pihaknya akan mendata anggota KPPS yang mengalami sakit dan meninggal dunia. Dan melaporkan secara berjenjang ke KPU Sulsel hingga ke KPU RI.

“KPU sudah berkonsultasi dengan Kementerian Keuangan terkait santunan dan penghargaan terhadap para penyelenggara yang telah syahid dalam mengawal demokrasi kita,” ungkapnya.

Endang menyebutkan, bahwa penyelenggara Pemilu yang mengalami sakit hingga saat ini berjumlah 11 orang, sementara yang meninggal dunia baru satu orang.

“Update terbarunya tadi sudah 11 orang yang sakit dan yang meninggal dunia hingga saat ini baru 1 orang,” tutupnya.

Rencananya almarhum, Radiayansa akan dikebumikan dikampung halamannya di Kabupaten Pangkep, Minggu (28/4) besok.

(Ibl/Azr)

Leave a Reply