Ratusan Pedagang Ayam Geruduk Kantor DPRD Sulsel 

Massa pengusaha ayam pedaging saat bertemu dengan anggota DPRD Sulsel | Foto : Illank

Massa pengusaha ayam pedaging saat bertemu dengan anggota DPRD Sulsel | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Ratusan massa dari Perhimpunan Penyalur Ayam Pedaging (P2AP) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Kamis (9/8/2018).

Kedatangan ratusan massa P2AP ini untuk menyalurkan aspirasinya terkait adanya monopoli usaha ayam pedaging yang dilakukan oleh perusahaan besar, berakibat dapat mematikan keberadaan pengusaha kecil.

Ketua P2AP Kota Makassar, Jumail mengatakan, jika para penyalur ayam pedaging menginginkan mata rantai monopoli usaha ayam pedaging yang dilakukan oleh perusahaan besar agar segera dipotong dan membiarkan berjalan dengan semestinya.

“Karna perusahaan yang bermodal besar telah memproduksi pakan dan DOC. Mereka juga melakukan aktifitas budidaya, pemotongan dan juga menyalurkan langsung ke pasar-pasar lalu menembus ke konsumen,” kata Jumail saat ditemui di kantor DPRD Sulsel.

Lebih lanjut, Jumail menuturkan, bahwa hampir seluruh penjual ayam pedaging merasakan kerugian. Karna kata dia, terjadi penurunan omset penjualan.

“Jadi beberapa tahun terakhir ini, omset penjualan kami mengalami penurunan drastis hampir 50 sampai 60 persen. Sehingga itulah yang menjadi khawatiran kami,” tuturnya.

Sementara, anggota DPRD Sulsel dari komisi B, Selle KS Dalle menemui para demonstran mengatakan, permalasahan ini sangat memiriskan, karena beberapa pengusaha ayam pedaging di daerah yang sebelumnya tumbuh subur, kini mulai gulung tikar.

“Karena ada yang mengambil segala potensi masyarakat kecil di daerah, sistem monopoli pedagang ayam pedaging dan petelur. Maka pemerintah harus hadir memberikan perlindungan, sehingga pedagang besar, sedang dan kecil bisa berjalan beringingan tidak memangsa satu sama lainnya,” kata anggota dewan fraksi Partai Demokrat ini.

Salle mengaku, jika pihaknya saat ini sudah mendorong pemerintah untuk segera memberikan perlindungan kepada pengusaha ayam pedaging kecil saat dilakukan rapat evaluasi yang lalu.

“Namun, karena diindikasi terjadi monopoli, tentu kami akan melakukan upaya mengurai, apakah betul ada praktek monopoli. Tetapi jika betul ada, maka ada proses hukum yang harus berjalan beringingan dengan kebijakan yang bersifat jangka panjang,” ungkapnya.

Usai mendapatkan penjelasan dari anggota DPRD Sulsel yang menemui massa aksi, kemudian massa meninggalkan kantor DPRD Sulsel dengan tertib.

Penulis : Illank

Leave a Reply