Raja Begal di Gowa Tewas Ditembak Polisi

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga (tengah) saat rilis di RS Bhayangkara Makassar, Senin (22/01/2018). | Foto : Istimewa

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga (tengah) saat rilis di RS Bhayangkara Makassar, Senin (22/01/2018). | Foto : Istimewa

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Polres Gowa merilis hasil pengungkapan tersangka kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Senin (22/01/2018) sekitar pukul 12.00 Wita.

Tim Anti Bandit Polres Gowa menangkap raja begal dan curanmor yakni Kiran Maulana alias Kiran (21) namun saat dilakukan pengembangan mencari barang bukti aksi kejahatannya tersangka tewas karena melakukan perlawanan dengan berusaha merebut senjata anggota Tim Anti Bandit Polres Gowa sehingga diambil langkah tegas.

“Tersangka ditindak tegas karena berusaha merebut senpi anggota saat pengembangan di Galesong Utara,” kata Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga saat rilis di RS Bhayangkara Makassar.

Sebelumnya, lanjut Shinto, Tim Anti Bandit Polres menangkap Nasrum alias Aan (19), Akil alias Borju (15), Fahmi (16), dan Muhtar alias Aco (18), merupakan sindikat begal, jambret dan curanmor dan menyebut Kiran sebagai pimpinan sindikat

“Nasrum alias Aan adalah adik dari tersangka Kiran. Dimana raja begal dan curanmor ini merupakan residivis kasus curas dan curanmor serta sudah 2 kali pernah ditahan di Polres Gowa,” ungkapnya.

Shinto menyebutkan, semasa hidupnya raja begal dan curanmor tersebut sudah 21 kali melancarkan aksi kejahatannya mulai dari bulan Juli 2017 hingga Januari 2018.

“Terakhir aksi kejahatan Kiran dilancarkan pada tanggal 9 Januari lalu, dimana tersangka berhasi mencuri 1 unit sepeda motor di Perum BTN Somba Opu Kabupaten Gowa,” tambahnya.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga juga mengatakan, bahwa Tim Anti Bandit Polres Gowa telah dibekali dengan keterampilan untuk membongkar jaringan kejahatan jalanan di wilayah Kabupaten Gowa. Bahkan tidak akan ragu melakukan tindakan tegas terhadap para penjahat jalanan yang mengancam jiwa dan menyerang personel kepolisian saat dilakukan penangkapan.

“Bagi anggota sindikat Kiran yang relatif berusia remaja dihimbau agar menyerahkan diri,” pungkasnya.

Penulis : Illank

Leave a Reply