PPAT Ungkap Trik Abu Tours Hilangkan Jejak Uang Hasil kejahatan

Majelis hakim sidang perkara Abu Tours di PN Makassar. (Foto/illank)

Majelis hakim sidang perkara Abu Tours di PN Makassar. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Majelis hakim sidang perkara penipuan dan pencucian uang dana calon jamaah umroh Abu Tours mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (9/1/2019).

Jaksa menghadirkan saksi ahli dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yakni, Ketua Kelompok Advokasi PPATK, Muh Novian.

Muh Novian mengatakan, bahwa tindak pidana penipuan yang dilakukan terdakwa dengan menggunakan rekening perusahaan.

“Jadi transaksi yang dilakukan dalam rekening perusahaan tersebut. Dalam pikiran terdakwa seolah-olah uang itu sah. Sehingga atas perbuatan itu seseorang dapat diancam sebagai pelaku pencucian uang yang aktif. Itu yang ada,” kata Novian saat ditemui usai persidangan.

Lanjut Novian, bahwa penarikan secara tunai dalam jumlah yang besar dan memiliki tujuan agar memutuskan mata rantai transaksi. Karena menarik secara tunai, kata dia, akan mempersulit proses penelusuran uang tersebut.

“Sehingga uang yang ditarik dalam jumlah besar secara tunai akan mengaburkan asal usul uang tersebut dari kejahatan, menyusahakan penelusurannya. Hal itu dilakukan pada kasus Abu Tours,” sambungnya.

Menurutnya, sesuai yang digambarkan oleh penyidik itu sudah sangat jelas baik dipergunakan untuk kepentingan secara pribadi maupun memasukan sejumlah dana ke bisnis yang lain dari PT Abu Tours. Itu yang terjadi pada kasus Abu Tours.

Kendati demikian, Novian mengaku tidak mengetahui apakah itu masuk dalam analisis PPATK, dia beralasan, karena berbeda direktorat dan tupoksinya.

“Saya berada dibagian hukum dan tidak mengetahui proses dari analisinya, karena kita beda direktorat,” akunya.

(Mi/Azr)

Leave a Reply