Pondok Tahfidzul Qur’an Subulussalam Yaminas Cetak Santri Mandiri

RAPORMERAH.CO | Pondok pesantren tahfidzul Qur’an Subulussalam tidak hanya tempat penempaan mental dan spiritual santri, tetapi juga pembekalan hidup melalui ragam skill. Pondok Pesantren tahfidzul Qur’an di Noling, Luwu timur punya cara tersendiri untuk mengembangkan jiwa potensi para santrinya.

Pesantren ini mengajarkan santrinya agar bisa menjadi Hafizh Qur’an dan hidup mandiri dengan belajar bercocok tanam, pelihara ikan tawar, dan ternak ayam

Semua bentuk pelajaran baik clasikal pembelajaran Qur’an maupun kecakepan hidup tidak saling bertabrakan karna sudah terjadwal dengan baik

” Pelajaran, cocok tanam dan kegiatan lainnya dijadwal sehingga semua berjalan ” Ucap Sahril Utsman, S. Pd. -Pengasuh Pondok Tahfidz Qur’an Subulussalam-

Penekanan pada santri agar lebih kuat dalam mempelajari ilmu alat telah dilakukan untuk berkomunikasi sehari-hari santri

” Bahkan pelajaran bahasa dan adab bisa terlaksana pada saat olahraga dan kegiatan lainnya ” Tambahnya

Pentensi lain selain pendidikan intenal pondok adalah dakwah masyarakat sekitar yang merupakan tantangan dan harapan. kebutuhan terhadap da’i untuk bisa guru ngaji, imam masih terus dibutuhkan untuk dakwah dimasyarakat, tuturnya

Harapan saya semoga kedepan bisa menjadi lembaga pendidikan yg mencetak generasi Qur’an yang tidak hanya memahami Al-Qur’an semata tapi juga memahami semua aspek yang dibutuhkan dalam kehidupan dewasa ini dan pada tahun ini kembali menerima peseta didik baru tahun ajaran 2020-2021, tutupnya.

(A.Batara)

Leave a Reply