Polisi Terlibat Kejar – Kejaran dengan Pencuri Spesialis Battery Tower Seluler

Jenazah pelaku spesialis pencurian battery tower milik Telkomsel berada di kamar jenazah RS Bhayangkara Makassar. (Foto/illank)

Jenazah pelaku spesialis pencurian battery tower milik Telkomsel berada di kamar jenazah RS Bhayangkara Makassar. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Rudi Bin Kamaruddin alias Rudi (40) menghembuskan nafas terakhirnya saat dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar bersama Rezki Saripuddin alias Pudding (21) harus menjalani perawatan medis.

Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, karena sebelumnya terlibat aksi kejar-kejaran menggunakan sebuah mobil dari Kabupaten Maros hingga Kota Makassar dengan anggota Tim Khusus (Timsus) Polda Sulsel bersama Jatanras Polres Maros.

Aksi kejar-kejaran itu terjadi saat tim gabungan akan menangkap pelaku pencurian battery tower milik Telkomsel ini sementara akan mencuri battery tersebut di BTS, berada di wilayah Kabupaten Maros. Namun, Rudi bersama Pudding langsung kabur dan melaju mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga pihak kepolisian langsung mengejar pelaku hingga ke Kota Makassar lalu melepaskan tembakan peringatan keudara untuk menghentikan pelaku.

Kejar-kejaran tersebut terhenti di Jalan Ir Sutami Kota Makassar, setelah pihak kepolisian menembak mobil yang dikendarai oleh pelaku yang mengenai kaca dan ban mobil itu, hingga terperosok masuk kedalam selokan, kemudian tim gabungan melakukan evakuasi terhadap dua pelaku ke RS Bhayangkara Makassar.

Kendati demikian, nyawa Rudi tak berhasil diselamatkan dan meninggal dunia saat dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar.

Panit Timsus Polda Sulsel, Ipda Artenius MB mengatakan, jika tim gabungan melakukan pengejaran saat para pelaku berusaha menjebol salah satu tower di wilayah Mandai, Kabupaten Maros.

“Saat hadang dan mereka hampir menabrak anggota dan melarikan diri dengan menggunakan mobil rental. Kemudian mereka lari ke arah Makassar dan kembali ke arah Maros kemudian masuk ke tol Jalan Ir sutami. Disana kami menghentikan mereka,” kata Artenius saat ditemui di RS Bhayangkara.

Dia menerangkan, pihak telah memberikan tembakan peringatan, namun, para pelaku ini telah berusaha menghindari kejaran polisi sehingga diberikan tembakan mengarah ke mobil tersebut untuk menghentikan laju mobilnya.

“Awalnya kami berikan tembakan peringatan. Karena tidak diindahkan makanya kami arahkan tembakan ke mobil yang mengenai pelaku dari arah belakang dan tembus kedepan. Saat kami cek di dalam mobil ditemukan kunci-kunci, alat pengcungkil, obeng dan tang yang digunakan untuk mencuri battery bts jaringan seluler,” terangnya.

Artenius menyebutkan, bahwa Rudi ini merupakan mantan teknisi mekanik tower bts, sehingga dia mengetahui cara membuka battery tower tersebut.

“Rudi Bukan pemain baru. Dia sudah lama menjalankan aksi kejahatannya, sementara tiga rekannya masih pemain baru. Rudi juga sudah menjalani masa hukuman penjara di Lapas Maros,” sebutnya

Saat ini, jenazah pelaku telah berada di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

“Hasil pemeriksaan jenazah hasilnya positif pelaku ini menggunakan narkoba berupa sabu,” pungkasnya.

(Ibl/Azr)

Leave a Reply