Polisi Sita 77 Unit Mobil Hasil dari Penggelapan Oknum Mahasiswa

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Sebanyak 77 unit kendaraan roda empat yang diduga digelapkan mahasiswa asal Kabupaten Wajo, Mahdil (24) terus bertambah.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo menyebutkan bahwa tersangka telah mengelapkan sebanyak 77 unit mobil yang dengan modus merental mobil-mobil tersebut.

“Dari keterangan awal 65 mobil, sampai sini sudah ada 77 mobil, yah Mahasiswa aktif semester 7 di salah satu Universitas Swasta di Makassar,” terang Wahyu saat memberikan keterangan persnya, Senin (23/9/2019).

Berdasarkan keterangan pelaku, terang Wahyu bahwa aksinya tersebut melibatkan sejumlahnya rekannya untuk merental mobil dengan memakai kartu identitasnya, namun, pihak kepolisian kini masih mendalami dan mengejar para pelaku lainnya.

Namun, Wahyu belum dapat menyebutkan siapa-siapa yang kini jadi incaran pihaknya. Kendati demikian dari keterangan tersangka hasil dari kejahatannya mencapai Rp15 – Rp 20 juta.

“Kita masih dikembangkan (rekannya) sementara sudah ada 67 unit yang kami amankan, 61 unit sudah dikembalikan. Kita juga masih mencari 10 mobil lagi,” terangnya.

“Keuntungan atau hasil kejahatannya sementara keterangannya dipakai judi online,” pungkasnya.

Diketahui tersangka Mahdil (24) diamankan di daerah Daya, Jumat (15/9) lalu, oleh tim Jatanras Polrestabes Makassar, setelah dilapor beberapa korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko menambahkan dalam aksinya Mahdi lebih dulu mengambil hati dan kepercayaan korbannya dengan iming-iming harga sewa yang fantastis,”Jadi dia ini awalnya ambil kepercayaan dulu dari si pemilik rental, nanti yang ketiga dan keempat baru diambil,” tukasnya.

Setelah mengambil kepercayaan dari pemilik rental, Mahdi kemudian menggadaikan ke orang lain terkadang juga merentalkan kembali mobil tersebut.

“Dari pengakuannya sudah dilakukan sejak November 2018, omzetnya lumayan lah. Tapi kita duga hasilnya tidak dinikmati sendiri, kemungkinan ini sindikat,” tegasnya.

“Motifnya itu masih kita gali, karena kalau dilihat omzetnya 15 sampai 20 Juta apalagi dikali sekian banyak mobil itu yang msih kita gali uangnya dipakai apa,” pungkasnya lagi.

Atas perbuatannya Mahasiswa Semester Akhir ini dijerat dengan Pasal 372 Jo Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

(Ibl/Azr)

Leave a Reply