Polisi Selidiki Dugaan Pungli di Dishub Sulsel

Ilustrasi

Ilustrasi

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Dugaan adanya pungutan liar (Pungli) di Dinas Perhubungan Sulsel terkait perubahan kendaraan dari plat hitam ke plat kuning, saat ini tengah menjadi bidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan.

Kasus tersebut merupakan hasil temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahwa diduga terjadi gratifikasi dalam proses penerbitan rekomendasi peralihan status kendaraan.

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati mengatakan, jika pihaknya sementara memproses kasus dugaan pungli perubahan status kendaraan dari plat hitam ke plat kuning.

“Pungli di Dishub Sulsel lagi proses, sementara ini kita lagi penyelidikan,” kata Yudha, Rabu (10/7/2019).

Sebelumnya, Tim Koordinator dan Supervisor Pencegahan (Korsupgah) Wilayah VIII KPK RI, Dwi Aprilia Linda mengatakan dugaan gratifikasi di lingkup Dishub Sulsel tersebut terjadi dalam proses penerbitan rekomendasi peralihan status kendaraan berplat hitam menjadi plat kuning.

“Banyak kendaraan yang mendapatkan plat kuning, padahal kendaraan tersebut bukan kendaraan pengangkut barang dan penumpang,” kata Dwi Aprilia, pada kegiatan Media Briefing, di Hotel Four Point By Sheraton Makassar, Kamis 4 Juli 2019.

Ia menjelaskan jika kendaraan yang menggunakan plat kuning, tentunya akan mendapat subsidi sebesar 70 persen dari jumlah pajak kendaraan.

“Ini artinya dia tinggal membayar 30 persen saja. Nah banyak yang seharusnya tidak mendapatkan plat kuning, seperti mobil molen dan mobil-mobil proyek. Itupun juga masih menunggak pajaknya,” Dwi menandaskan.

(Ink/Azr)

Leave a Reply