Polisi Grebek Klinik Kecantikan Ilegal di Makassar

Pemilik klinik kecantikan saat menunjukkan bahan yang digunakan dalam perawatan kecantikan di kliniknya yang digrebek polisi. foto illanl

Pemilik klinik kecantikan saat menunjukkan bahan yang digunakan dalam perawatan kecantikan di kliniknya yang digrebek polisi. foto illank

RAPORMERAH.CO – Personel Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar menggerebek klinik kecantikan ilegal di Jalan Emmy Saelan, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (19/11/2019) sore tadi.

Saat pihak Kepolisian yang mendatangi lokasi klinik kecantikan yang diketahui pemiliknya bernama, Kiki, terdapat aktivitas para pelaku melayani pasien yang hendak melakukan perawatan kecantikan.

Penggerebekan di klinik kecantikan ini berdasarkan adanya informasi dari masyarakat bahwa klinik tersebut tidak mengantongi ijin dari pihak terkait, sehingga pihak kepolisian langsung mengecek di lokasi.

“Setelah kita cek dan berdasarkan keterangan dari pemilik klinik kecantikan tersebut bahwa tidak memiliki ijin untuk melakukan perawatan kecantikan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, sesaat lalu.

Bahkan, lanjut Indratmoko seluruh karyawan yang melakukan perawatan di klinik tersebut tidak memiliki izin dalam bidang kesehatan kecantikan wajah.

Petugas juga mengamankan barang bukti dari dalam klinik kecantikan tersebut, berupa puluhan botol infus, jarum suntik dan cairan serta cream pemutih.

“Barang-barang yang dipakai dalam melakukan praktek kecantikan ilegal juga ini tidak ditemukan kode BPOM dalam kosmetik yang dipakai,” bebernya.

Indratmoko menyebutkan, bahwa aktifitas klinik kecantikan tersebut berdasarkan keterangan pemiliknya telah berjalan hampir dua tahun.

“Ia melayani perawatan kecantikan tanpa panduan dokter spesialis kecantikan dan telah hampir dua tahun beroperasi melayani sejumlah pasien, mulai dari sulam alis, sulam bibi hingga memutihkan kulit,” ungkpanya.

Pemilik dan karyawan klinik kecantikan terancam akan dijerat dengan pasal 78 juncto pasal 73 ayat (2) UU RI nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan hukuman penjara 15 tahun.

“Sementara ini, pemilik dan karyawan klinik masih dilakukan pemeriksaan beserta saksi yakni customernya,” tutupnya.

(Mir/Azr)

Leave a Reply