Polisi Amankan 5 kg Sabu Asal China yang Diselipkan Dalam Kemasan Teh 

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono bersama anggota DPR RI dari Komisi 3, Akbar Faisal saat memperlihatkan barang bukti narkotika di Mapolda Sulsel. (Foto/illank)

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Umar Septono bersama anggota DPR RI dari Komisi 3, Akbar Faisal saat memperlihatkan barang bukti narkotika di Mapolda Sulsel. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Narkotika jenis sabu seberat lima kilogram berhasil diamankan oleh personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel berasal dari China.

Barang haram tersebut diamankan dari tangan DPO HS dan HW yang diambil dari Kota Medan rencananya akan dibawa ke Makassar untuk diedarkan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan mengatakan, jaringan ini merupakan jaringan internasional dengan faktanya bahwa masuknya barang haram itu dikemas pada produk teh berasal dari China.

“Memang rata-rata modus operandinya dari China itu disimpan dalam kemasan teh karena mengandung bahan aluminium foil, kalau di X-ray tidak terdeteksi isi dalamnya, apalagi jika diselipkan di teh beneran. Jadi bahangnya dimanfaatkan untuk diselipkan sabu,” ungkap Hermawan saat memberikan keterangan persnya di Mapolda Sulsel, Senin (30/4/2018).

Menurut Hermawan, bahan-bahan itu sangat murah harganya di China selembar harganya Rp 50 hingga Rp 100 dan juga mempunyai tenaga kerja pengemasan sangat murah. Namun kata Hermawan barang bukti sabu tersebut tidak selamanya di produksi di China.

Lanjut Hermawan bahwa di tahun 2017 Kepala BNN menyampaikan ada 250 ton yang masuk di Indonesia, namun setelah dievaluasi ternyata di China dalam satu pabrik sabu hanya bisa produksi 20 ton sabu dalam setahu.

“Berarti 230 ton banyak berasal dari negara lainnya seperti Myanmar atau India dan pengemasan tetap di China, karena menguasai jalur Asia untuk pemasaran dan linknya kuat. China juga menguasai jalur laut untuk dapat masuk di pelabuhan yang tidak terdeteksi,” tambahnya.

Hermawan menjelaskan, bandar sabu jaringan internasional ini adalah high ren dari sindikat di Makassar. Bahkan diatas Cullang bandar sabu yang ditembak mati.

“Jadi yang diatasnya para tersangka ini hanya bandar kelas internasional orang China. Karena melihat kemasannya masih asli dan biasanya kalau dipengecer sudah berubah warna,” ujarnya.

Selain mengamankan sabu, kata Hermawan pihaknya juga menyita barang bukti 150 butir pil extacy dengan kualitas campuran sangat baik.

“150 butir pil extacy disini bisa jadi 1500 butir kalau dipecah dan cetak lagi dan juga efeknya luar biasa. Ini sabunya bentuk kristal dan asli jarang di temukan di Makassar,” pungkasnya.

Saat ini kedua tersangka bersama barang buktinya telah diamankan di Mapolda Sulsel guna pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis : Illank

Leave a Reply