POIN Minta Polisi Transparan dan Adil dalam Penanganan Kasus Penganiayaan

Andika, Ketua Pewarta Online Indonesia ( POIN )

Andika, Ketua Pewarta Online Indonesia ( POIN )

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Proses penyelidikan kasus penganiayaan yang di alami seorang warga Makassar sebut saja hajrah di polsek tamalate dengan laporaan Nomor: STPL./163/H/2019/Restabes Makassar / Sek. Tamalate dinilai lambat.

Hal tersebut terlihat lantaran pihak kepolisian polsek tamalate sampai saat ini belum menahan pelaku penganiyaan atas nama pelaku Reni Alias Osin.

Desakan dari pihak lain, terus mencuat agar pelaku penganiayaan segera ditahan karena dikhawatirkan akan mengulangi perbuata pelaku.

Ketua Umum Pewarta Online Indonesia (POIN) Andi Chandra Mahardika yang biasa disapa Andika angkat bicara, menurutnya persoalan ini tidak boleh dianggap remeh dan harus di tindak dengan cepat sehingga tidak memunculkan persepsi negatif di Masyarakat, terlebih korban diketahui sudah gamblang memberikan keterangan di beberapa media online di Makassar.

Lebih lanjut, perbuatan pelaku tidak boleh di toleril lantaran pelaku dengan mudahnya dan dengan bebasnya mendatangi korban di rumah tempat korban bekerja, tanpa ada rasa takut pelaku langsung menganiaya korban.

” Polisi harus tahan pelaku kalau dinilai sudah cukup bukti, polisi juga harus intens memberikan informasi kepada korban terkait proses penyelidikan yang sementara berjalan sehingga tidak ada presepsi lain dari korban maupun keluarga korban terutama persepsi dari Masyarakat luas” Terangnya

Sementara itu kepala kepolisian sektor tamalate Kompol Syarifuddin melalui aplikasi WhatsApp mengatakan proses hukumnya sementara berjalan dan tidak ada yang ditutupi.

” Untuk proses hukumnya tetap berjalan, tidak ada yang di tutupi, untuk perkembangan kasusnya akan kami sampaikan ke pihak pelapor SP2HP” Ungkapnya

Sebelumnya pihak kepolisian juga melalui penyidik telah memberikan keterangan kepada media bahwa semuanya sudah rampung dan tingggal di kirim SPDPnya kekejaksaan.

Korbanpun sebelumnya mengungkapkan kekerasan fisik yang dialaminya bukan hanya kali ini, tapi jauh sebelumnya kekerasan fisik sering dialaminya lantaran pelaku Rini Alias Osin cemburu apabila ada laki-laki atau perempuan yang mendekatinya.

Akibat kecemburuan tersebut pelaku pun kalab mata dan pelaku datang kerumah tempat korban bekerja di jalan kumala II No. 46 kota Makassar.

” Sudah lamami laporanku masuk, bukti visum dan katerangan saksiku juga sudah diambilmi, apanya lagi? Tangkapmi itu pak ” Keluhnya Kepada Media

Permintaan Korban agar pelaku di tahan lantaran korban juga sering membuat ulah di media sosial bersama keluargannya, korban merasa mendapat serangan fitnah yang di lontarkan pelaku bersama keluarganya sehingga keluarga korban merasa di permalukan.

” Jadi kalau pelaku tidak ditahan berarti polisi nakasi biarkanji pelaku berbuat seenaknya kepada saya dan keluargaku” kesalnya (*)

Leave a Reply