Perjuangan Korban Bencana Palu Mencari Istrinya yang Hilang

Nawir yang hanya terbaring setelah ditabrak lari dan masih menunggu keberadaan sang istri yang ditinggalkan, pasca peristiwa tsunami dan gempa Palu | foto : illank

Nawir yang hanya terbaring setelah ditabrak lari dan masih menunggu keberadaan sang istri yang ditinggalkan, pasca peristiwa tsunami dan gempa Palu | foto : illank

RAPORMERAH.CO – Setahun sudah peristiwa tsunami dan gempa yang menghantam Kota Palu, namun penderitaan bagi Muhammad Nawir Sanusi (45) belum usai.

Muhammad Nawir Sanusi bersama istri dan 5 orang anaknya, berhasil selamat ketika gelombang tsunami menghancurkan rumahnya yang berada di Jalan Tombolo Tutu, Lorong Tambora, Kota Palu.

Rumah yang dikontrakannya sejak tahun 2007 hancur tersapu gelombang tsunami yang hanya berjarak satu kilometer dari Pantai Talise. Sehingga dirinya tak mampu menyelamatkan barang berharga miliknya yang telah dia kumpulkan.

Pasca peristiwa itu, Nawir bersama istri dan lima orang anaknya masing-masing bernama, Muhammad Alfa Syahrin 11 tahun, Muhammad Nasrun 10 tahun, Muhammad Rizal 5 tahun, Jumriani 4 tahun dan Irwansyah 2,4 tahun, mengungsi ke Poso.

Namun, setelah dua bulan berada di Poso sang istri tercinta, Sukini (32) tiba-tiba meninggalkan Nawir bersama tiga orang anaknya dan hanya membawa dua anaknya. Sehingga Nawir pun berusaha mencari sang istri bersama dua anak yang dibawahnya.

“Dari bulan 11 sampai sekarang, saya belum ketemu. Saya sudah sampaikan kepada teman-teman untuk memberikan informasi kalau menemukan istri saya. Terakhir saya ketemu saat di Poso,” kata Muhammad Nawir Sanusi saat ditemui, Kamis (3/10/2019) sore tadi.

Berkat informasi yang diterima dari rekannya, Nawir berhasil menemukan dua anaknya yang dititipkan oleh istrinya kepada seseorang yang masih ada hubungan keluarga. Kemudian dirinya menjemput dua anaknya.

“Dia bawa anak dua orang, tapi dia titipkan kepada orang-orang yang kemudian diinfokan kepada teman sehingga saya pergi ambil dua anak saya,” bebernya.

Kemudian, Nawir bersama lima anaknya pun ke Makassar untuk mencari istri sambil bekerja sebagai tukang pencari besi. Namun, naas bagi dirinya pada suatu malam saat hendak pulang kerumahnya Nawir menjadi korban tabrak lari.

Akibat kejadian itu, kaki sebelah kirinya patah dan tak dapat lagi mencarikan nafkah ke lima anaknya yang masih kecil. Beruntung, pemilik rumah yang ditempati kerja memberikan tumpangan dan merawat Nawir bersama ke lima anaknya.

“Di Makassar saya bekerja sebagai pencari besi tua. Tapi kena musibah jadi korban tabrak lari di Jalan Regge,” ungkapnya.

Pasca tabrakan tersebut, Nawir hanya dapat terbaring sakit dan juga dia masih memikirkan nasib istrinya yang hingga saat ini belum ada kabarnya.

(Ink/Azr)

Leave a Reply