Penyidikan Kasus Dana Hibah Pilwakot Makassar, Polisi Gandeng Tim Audit KPU RI dan BPKP

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel akan berkoordinasi dengan tim audit Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia terkait dugaan penyelewengan dana hibah Pilwakot 2018.

Dalam kasus itu diindikasikan adanya penyalahgunaan dana hibah Pemkot Makassar kepada KPU Makassar yang diperuntukan pelaksanaan Pilwakot 2018 yang anggarannya bersumber dari APBD tahun 2017 dan 2018 sebesar Rp 60 miliar.

“Kami harus berkoordinasi dengan auditor dari KPU Pusat, karena secara internal mereka sudah melakukan audit. Dan kami akan bekerjasama, sehingga polisi akan lebih dipermudah dalam melakukan penyelidikan,” kata penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Sutomo, Rabu (7/11/2018).

Tak hanya itu, lanjut Sutomo, pihaknya juga akan menggandeng BPKP Sulsel untuk melakukan perhitungan besaran nilai kerugian negara terhadap dugaan penyelewengan dana hibah Pilwakot 2018 sebesar Rp 60 miliar.

“Nilai total kepastian kerugian kami baru mengumpulkan saksi dan dokumen. Untuk nilai itu pasti ditentukan oleh BPKP dan BPK,” sambungnya.

Sutomo menyebutkan, bahwa dalam waktu dekat ini akan memanggil Ketua KPU Makassar, Syarief Amir dan Sekretaris KPU Makassar, Sabri untuk dimintai klarifikasi terkait pengelolaan dana hibah Pilwakot 2018.

“Minggu ini sekertaris dan Kasubbag Keuangan Logistik serta ketua KPU Makassar akan kita mintai keterangan,” tutupnya.

Penulis : Illank | Editor : A.Azhar

Leave a Reply