Pengunjung Perpustakaan BJ Habibie PNUP Diberikan Pita Hitam

Staf Perpustakaan BJ Habibie Politeknik Negeri Ujung Pandang saat memberikan pita hitam kepada pengunjung perpustakaan sebagai bentuk duka cita. (Foto/illank)

Staf Perpustakaan BJ Habibie Politeknik Negeri Ujung Pandang saat memberikan pita hitam kepada pengunjung perpustakaan sebagai bentuk duka cita. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Seluruh staf perpustakaan BJ Habibie Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) turut berbelasungkawa atas wafatnya Presiden ketiga Republik Indonesia, Bachruddin Jusuf Habibie, Rabu (11/9) sekitar pukul 18.05 WIB.

Bentuk duka cita seluruh staf perpustakaan BJ Habibie Poltek Ujung Pandang dengan memberikan pita warna hitam kepada seluruh pengunjung perpustakaan, Kamis (12/9/2019).

Kepala Perpustakaan BJ Habibie PNUP, Salmubi mengatakan, bahwa pihaknya memberikan pita hitam kepada setiap pengunjung yang datang hari ini di perpustakaan.

“Saya dan staf menyatakan berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya beliau. Sebagai bentuk duka, kami memberikan pita hitam kepada seluruh pengunjung perpustakaan BJ Habibie Poltek Negeri Ujung Pandang pada hari ini,” kata Salmubi.

Salmubi menerangkan, bahwa di perpustakaan ini memiliki koleksi sejumlah buku-buku langkah dari Presiden RI Ketiga BJ Habibie yang sudah jarang ditemukan.

“Kita punya koleksi buku-buku langkah dari BJ Habibie.Karena sebagai dokumentasi dan bagi generasi muda yang ingin mengetahui perjalanan hidup beliau dari awal sampai menjadi Presiden Republik Indonesia,” bebernya.

Kurang lebih buku tentang BJ Habibie yang dikoleksi di perpustakaan ini sebut Salmubi, berjumlah kurang lebih 150 eksemplar dengan terbitan tahun 1980.

“Kalau terbitan yang lama ada tahun 1980an, sedangkan yang terbarunya ada yang terbit sekitar 3 tahun lalu,” tambahnya.

Salmubi menceritakan sampai dibuatnya Perpustakaan BJ Habibie Politeknik Negeri Ujung Pandang ini setelah dirinya pulang dari Amerika dan melihat budaya di sana yang setiap presiden membuat sebuah yayasan atau perpustakaan di tanah kelahirannya. Sehingga hal itu menginspirasi dirinya untuk mengabadikan nama BJ Habibie sebagai nama perpustakaan ini.

“Perpustakaan ini didirikan sejak 30 tahun lalu, dan saya memberitahukan gagasan saya ini kepada Bapak Habibie pada tahun 2007 kemudian beliau memanggil saya ke kediamannya sebagai bentuk persetujuannya. Pada tanggal 20 Mei 2007 beliau menandatangani prasasti, kemudian setahun berikutnya keluarga besar beliau datang ke sini untuk meresmikan langsung pengabadian nama BJ Habibie sebagai nama Perpustakaan Poltek Ujung Pandang,” jelasnya.

Salmubi menambahkan, pada tahun 2018 lalu pihaknya telah membuat pameran koleksi foto BJ Habibie yang bertajuk “BJ Habibie Pulang Kampung” dan mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Alhamdulilah antusias masyarakat kita sangat tinggi dan kedepan kita bisa melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

(Mir/Azr)

Leave a Reply