Peminat Sepatu Kulit Menurun di Maros

RAPORMERAH.CO MAROS – Dua bulan terakhir ini peminat sepatu kulit menurun, hal itu disebabkan oleh kondisi ekonomi di Maros menurun.

Meski pertumbuhan toko sepatu kulit kiann bertambah, namun malang peminatnya menipis. Salah satu faktor penurunan daya beli kalangan pegawai dan masyarakat umum karena kegiatan proyek pemerintah pusat dan daerah baru nampak berjalan dipertengahan tahun ini, faktor lain disebabkan oleh belum terjadinya musim panen padi.

Salah satu toko sepatu kulit, Papa Manis Store di Jalan Boegenville Maros, mengalami penurunan omzet penjualan hingga 70 Persen pada tahun ini dibanding tahun lalu.

Menurut maneger Toko Papa Manis, Serly Feny saat ditemui (Sabtu 8/7), mengungkapkan bahwa “Selama kurang lebih lima tahun toko sepatu ini, penurunan omzet amat dirasakan, kalangan pegawai dan karyawan swasta akhir akhir ini, lebih dominan meminati sepatu kulit sintetis dibanding sepatu kulit original, karena harga jauh lebih murah” kata Serly.

Harga sepatu kulit sintetis, antara Rp75.000 hingga Rp150.000, sedangkan sepatu kulit original, mulai.Rp250.000 sampai, Rp800.000,-

Sementara itu salah seorang pengusaha terbilang sukses di Papua yang juga warga Maros, H Abdul Malik, menilai, pekembanhan usaha dibidang fashion, akhir akhir ini memang melambat namun usaha kuliner sangat cocok dalam kota.

“Jual makanan lebih cepat berkembang di Maros hal itu dikarenakan masyarakat Kita lebih suka makan diluar daripada masak hal itu lebih praktis,” kata Malik.

Berbeda dengan kondisi usaha yang dijalankan di Papua, “Jual apapun pasti laku di Papua, keuntunganya bagi pengusaha rata rata orang pendatang, sedangkan orang pribumi kurang tahu menjalanlan usaha, mayoritas mereka konsumen,” kata Malik

Perputaran uang di Papua lebih cepat di Banding di Maros, disana menurut Malik raskin masyarakat tidak diberikan pemerintah tidak dalam bentuk beras, tapi diuangkan, kemudian setiap tiga bulan setiap kepala keluarga pribumi mereka diberi bantuan dana langsung oleh pemerintah.

“Harga di Papua jauh lebih mahal dibanding harga barang di Maros, sehingga keuntunganya pun besar, jika sepatu kulit harga Rp250.000 di Maros disana sudah minimal Rp500.000,- ” kata Malik.

 

Peliput : Jumadi | Editor : Akbar

Leave a Reply