Pelanggar Operasi Patuh 2019 di Makassar Didominasi ABG

Ilustrasi / Ist

Ilustrasi / Ist

RAPORMERAH. CO, MAKASSAR – Sepanjang pelaksanaan Operasi Patuh 2019 yang dilaksanakan seluruh wilayah Indonesia, pihak Satuan Lalulintas Polrestabes Makassar memberikan sanksi tegas berupa tilang di tempat terhadap pengedara yang melanggar sebanyak 5012 perkara.

Operasi Patuh ini digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia dari tanggal 29 Agustus hingga 11 September.

“Sampai berakhirnya Operasi Patuh kemarin, kita telah memberikan sanksi berupa tilang sebanyak 5012 perkara dan sanksi berupa teguran ada sebanyak 11 perkara. Jadi kalau ditotal ada 5023 perkara sepanjang operasi ini dilaksanakan,” kata Kasatlantas Polrestabes Makassar, Kompol Yusuf Usman, Kamis (12/9/2019).

Tentunya, terang Yusuf bahwa dari hasil operasi ini jumlah pelanggaran yang diberikan baik sanksi tilang maupun teguran mengalami kenaikan yang cukup signifikan, jika dibandingkan pada pelaksanaan Operasi Patuh tahun lalu.

“Kalau operasi yang lalu kita memberikan sanksi berupa tilang sebanyak 2045 perkara dan teguran nihil. Sehingga jika kita bandingkan data tahun lalu dengan sekarang, maka ada trend kenaikan sebanyak 145,62 persen,” ungkapnya.

Salah satu penyebab kenaikan trend ini sebut Kasatlantas Polrestabes Makassar, adalah banyaknya anak dibawah umur yang kedapatan membawa kendaraan bermotor saat dilaksanakan Operasi Patuh 2019 ini.

Sehingga pihaknya sambung Yusuf, langsung memberikan sanksi tegas dengan menilang anak dibawah umur yang kedapatan mengendarai kendaraan bermotor.

“Kalau anak dibawah umur yang kedapatan mengedarai kendaraan bermotor saat dilaksanakan Operasi Patuh ini sebanyak 355 perkara,” bebernya.

Ia pun menghimbau kepada orang tua agar tidak memberikan anaknya kendaraan dan tetap menjaga keselamatan saat berkendaraan.

(Ibl/Azr)

Leave a Reply