Pelaku Penyelundupan Bibit Lobster Diringkus Polisi

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Ribuan benih lobster berhasil diselamatkan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bekerjasama dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM) dan Kantor wilayah Bea Cukai Makassar serta Polda Sulsel, Minggu (8/9) kemarin.

Rencananya benih lobster tersebut akan diselundupkan ke Singapura melalui bandara dengan menumpangi maskapai Silk Air nomor penerbangan MI 141 rute UPG-SIN. Namun, tim gabungan berhasil menggagalkan kiriman benih lobster itu.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan pemilik bagasi atau koperman bernama Sumarjo, warga kelahiran Pinrang yang tercatat tinggal di BTN Cipta Mandai, Kabupaten Maros, Sulsel dan pemilik Baby Lobster inisial RM dan inisial ST selaku tukang packing.

“Tim gabungan berhasil menggagalkan penyulundupan benih lobster sebanyak 19.253 ekor ke Singapura. Mereka diamankan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin di Mapolda Sulsel, Selasa (10/9/2019).

Sampai terungkapnya kasus ini, ketika petugas pengawasan BKIPM bertugas di check-in bandara dan bekerjasama dengan petugas X-Ray mencurigai sebuah koper yang dibagasikan penumpang tujuan Singapura. Karena kecurigaan koper tersebut sehingga petugas kemudian melakukan pemeriksaa secara manual dan menemukan 23 bungkus benih lobster.

“Petugas X-Ray langsung menginformasikan hal itu ke petugas BKIPM dan selanjutnya koper berisi lobster itu diamankan dan juga sekaligus pemilik koper,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono.

Yudhiawan menerangkan, ketika dilakukan pemeriksaan mendalam lagi dari 23 bungkus, ternyata berisi sebanyak 19.253 ekor bibit lobster, masing-masing benih lobster mutiara sebanyak 13.477 ekor dan benih lobster pasir sebanyak 5.776 ekor. Untuk mengelabui petugas, mereka mencampur kemasan benih lobster dengan kerupuk, mie instan dan sandal jepit didalam satu buah koper bagasi.

“Dari hasil pengungkapan ini, nilai sumberdaya ikan yang berhasil diselamatkan ini sebesar Rp3.561.800.000,” bebernya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat 1 UU RI no.31 tahun 2004, sebagaimana telah diubah dengan UU RI no.45 tahun 2009, tentang perikanan Jo pasal 31 ayat 1 UU RI No.16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

“Untuk tindak pidana perikanan, mereka diancam hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp15 miliar, sedangkan untuk karantina hewan, ikan dan tumbuhan, diancam hukuman 3 tahun penjara dan denda paling banyak Rp150 juta,” pungkasnya.

Ribuan bibit lobster tersebut dilepas ke habitatnya agar populasinya tetap lestari dialam. Kendati demikian, ketiga pelaku diamankan di Mapolda Sulsel dan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

“Dua orang rekannya yang identitasnya telah dikantongi saat sementara dalam pengejaran petugas atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” tutupnya.

(Ink/Azr)

Leave a Reply