Pelaku Begal Potong Tangan Diganjar Kurungan 12 Tahun

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Wahyu Ariwibowo bersama Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono saat memperlihatkan barang bukti kejahatan pelaku begal sadis yang berhasil ditangkap | Foto : Illank

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Wahyu Ariwibowo bersama Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Wirdhanto Hadicaksono saat memperlihatkan barang bukti kejahatan pelaku begal sadis yang berhasil ditangkap | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap komplotan begal sadis pemotong tangan mahasiswa ATIM Makassar, Imran (19).

Komplotan pelaku masing-masing bernama Firman alias Emmang (22), warga Kokoa, Ujung Tanah, Aco alias Pengkong (21) Kokoa, Ujung Tanah, Enal (19), Cambayya, Ujung Tanah, Fataullah alias Ulla (18), Jalan Barukang, Ujung Tanah dan Irman (37), alamat Pulau Pandangan, Kabupaten Pangkep.

Menurut Kapolrestabe Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, komplotan pelaku begal sadis sementara masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

“Masih kita akan memeriksa lebih lanjut karna baru ditangkap kemarin, menurut keterangan sementara pelaku baru melakukan sekali. Tetapi kita masih dalami lagi,” kata Kapolrestabes Makassar, Kamis (29/11/2018).

Wahyu menerangkan, bahwa Firman alias Emmang dan Aco alias Pengkong merupakan pelaku utama dalam kasus ini. Dan sudah memiliki catatan kriminal di kepolisian dalam kasus yang sama.

“Untuk pelaku utama sudah ada catatan kriminal dalam kasus yang sama. Dia residivis. Firman adalah eksekutor dan Aco adalah joki,” bebernya.

Tak hanya itu, lanjut Wahyu, pihaknya juga menangkap tiga orang rekannya yang berperan sebagai penyedia kendaraan bermotor digunakan dalam melancarkan aksi pelaku, penyedia senjata tajam dan penadah barang hasil curian dari pelaku.

“Dua penyedia baik motor maupun sajam dan 1 sebagai penadah barang curian. Mereka ini berteman. Uang hasil penjualan barang curian itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari pelaku,” ungkapnya.

Kapolrestabe Makassar menambahkan, jika kejadian begal sadis ini terjadi karna korban melawan, ketika dua orang pelaku meminta barang berharga korban. Namun, korban melawan sehingga pelaku menebas yang mengenai tangan kiri korban hingga putus dan membawa kabur handphone milik korban.

“Pelaku ditangkap dalam lingkup Kota Makassar. Sampai terjadinya pemotongan tangan korban karna korban melawan,” sambungnya.

Akibatnya, untuk dua orang pelaku akan dijerat dengan pasal 365 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

“Sedangkan untuk dua yang sebagai penyedia akan dijerat pasal 365 (2) Juncto pasal 56 (1) KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara. Dan penadah akan dijerat pasal 480 (1) KUHP dengan hukuman 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis : Illank | Editor : A.Azhar

Leave a Reply