Pejabat BPN Lutim Ditetapkan Tersangka Kasus Pembebasan Lahan Islamic Center

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat memberikan keterangan persnya terkait kasus penetapan tersangka kasus pembangunan Islamic Center tahun 2018 | Foto : Illank

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat memberikan keterangan persnya terkait kasus penetapan tersangka kasus pembangunan Islamic Center tahun 2018 | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel tersangka dalam kasus pengadaan tanah pembanguna Islamic Centre Kabupaten Luwu Timur TA 2018.

Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil gelar perkara penyidik di Mapolda Sulsel dan menetapkan satu tersangka yakni Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Luwu Timur, Andi Fahmi Amat.

“Andi Fahmi Amat yang juga anggota panitia pengadaan tanah pembangunan Islamic Center Kabupaten Lutim ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan hasil gelar perkara,” Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Rabu (10/10/2018).

Dicky menyebutkan, jika Kepala Seksi BPN Kabupaten Lutim ditetapkan tersangka, lantaran dirinya telah melakukan pungutan terhadap pemilik tanah yang akan dibebaskan dengan meminta sejumlah uang hasil pembayaran tanah yang sudah dibebaskan oleh pemerintah dalam pembangunan Islamic Center Kabupaten Lutim.

“Tersangka meminta pembayaran uang jasa pelepasan hak sebesar 1,5 persen atau senilai Rp 47.084.600 dari penerima ganti rugi dalam rangka pengadaan tanah untuk pembangunan Islamic Centre Kabupaten Luwu Timur tahun 2018,” ungkapnya.

Akibat perbuatan pelaku, tersangka dipersangkakan pasal 12 huruf e UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto pasal 55 Ayat (1) Ke -1 KUHP.

Penulis : Illank | Editor : A.Azhar

Leave a Reply