Pacar Bandar Sabu Menangis Usai Ditangkap Polisi

JN menangis saat dihadirkan di ruangan Satresnarkoba Polrestabes Makassar. (Foto/illank)

JN menangis saat dihadirkan di ruangan Satresnarkoba Polrestabes Makassar. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – JN menangis terseduh-seduh dihadapan polisi, setelah dirinya ditangkap bersama dengan pacarnya, Arfan oleh Tim Elang Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar di Perumahan Orchid Tanjung Bunga, Rabu (10/4/2019) dini hari.

Sambil tertunduk JN tak henti-hentinya menangis saat dihadirkan di ruangan Satresnarkoba Polrestabes Makassar. Ia adalah pacar dari Arfan yang merupakan bandar narkotika jenis sabu dan juga residivis dalam kasus yang sama.

Saat diamankan JN kedapatan menguasai barang haram tersebut yang diperkirakan seberat 90 gram yang dititipkan oleh pacarnya. JN mengaku, dirinya tidak tahu jika barang yang dititipkan pada dirinya adalah sabu.

“Saya tidak tau itu barang adalah sabu. Pacar saya bilang pergi mengantar anak sekolah tapi pulangnya jam 8 malam,” aku JN sambil mengeluarkan air mata.

Sementara, Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, jika Arfan ini adalah pemain lama dalam kasus peredaran narkoba.

“Bahkan istrinya saat masih menjalani proses hukumannya dalam kasus narkotika setelah dijatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun. Jadi Arfan ini satu keluarga adalah pebisnis narkotika,” kata Diari saat ditemui di Mapolrestabes Makassar.

Dalam kasus peredaran sabu itu, Tim Elang berhasil menangkap enam orang yakni, Subhan alias Sobek, RA, SI, Andi Daskas termasuk Arfan dan JN.

“Terduga pelaku yang jelas Sobek, RA dan Arfan. Untuk yang lainnya, akan diperiksa saksi dan adanya dugaan tindak penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Diari menerangkan, hasil tes urine Arfan dan JN adalah negatif tidak mengandung narkotika. Namun, pihaknya akan tetap mendalami hal itu.

“JN negatif, akan kita dalami lagi. Jadi saat ditemukan barang bukti dirumahya Arfan ada sama JN,” ungkapnya.

Arfan kata Diari, akan dijerat dengan pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan hukuman mati atau seumur hidup.

(Ink/Azr)

Leave a Reply