Pabrik Kosmetik Ilegal yang Digrebek Memproduksi 19 Merk Trend di Kalangan Emmak-emmak

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo saat menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal. (Foto/illank)

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo saat menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Pihak kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar mengungkap pabrik pembuatan kosmetik ilegal di Jalan Toa Daeng 3, Kota Makassar, Selasa (12/3) kemarin.

Hasilnya, pihak kepolisian berhasil menemukan dan mengamankan barang bukti sebanyak 19 item terdiri dari berbagai macam produk kosmetik.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, pihaknya menyita barang bukti dari dua rumah yang dijadikan tempat pembuatan dan penyimpanan sebanyak 19 item produk kecantikan, lagi trend dikalangan ibu-ibu maupun remaja.

“Ada yang pelangsing, ada yang pemutih dan lain-lain. Kita juga amankan tiga orang tersangka AR, NS dan AS. Jadi ketiganya nanti kita kenakan undang-undang kesehatan,” kata Wahyu saat memberikan keterangan persnya, Rabu (13/3/2019).

Wahyu menyebutkan, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing, dimana AR perannya sebagai yang mendistribusikan, sedang untuk NS dan AS yang mengolah dan sebagai karyawan.

Sementara, lanjutnya, bahan baku yang dipergunakan dalam membuat kosmetik tersebut. Mereka menggunakan jeli, dan terigu. Bahkan, termasuk balsem untuk digunakan sebagai obat pelangsing.

“Karena ada efek panasnya jadi bermacam-macam bahan. Itu yang telah mereka pergunakan. Mereka sudah memproduksi kurang lebih tiga bulan. Jadi pendistribusian barang-barang ini lebih banyak ke kapupaten yang ada di Sulsel dan Sulbar dan Sulteng. Jadi ada tiga provinsi. Ada yang melalui medsos ada didistribusikan secara konvensional,” ungkapnya.

Kapolrestabes Makassar menuturkan, jika para tersangka ini tidak memiliki keahlian dan hanya belajar secara otodidak. Sementara bahan bakunya sangat muda untuk didapatkan di pasaran.

“Jadi bahannya dicampur, diproduksi kemudian diberi merk. Secara laboratorium tidak terdaftar. Untuk pemodalnya kami masih lakukan pengembangan lebih lanjut,” tutupnya.

(IbI/Azr)

Leave a Reply