Napi Lapas Makassar Kendalikan Peredaran Narkoba

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono bersama Kepala Lapas Klas 1A Makassar dan Kepala Beacukai saat merilis pengungkapan kasus 989 butir pil ekstasi jenis baru di Mapolda Sulsel, Senin (20/11/2017) | FOTO : Illank

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono bersama Kepala Lapas Klas 1A Makassar dan Kepala Beacukai saat merilis pengungkapan kasus 989 butir pil ekstasi jenis baru di Mapolda Sulsel, Senin (20/11/2017) | FOTO : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR -Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel mengungkap kasus peredaran narkoba jenis ekstasi 989 butir yang dikirim dari Belanda melalui jasa pengiriman.

Barang haram tersebut dikendalikan oleh seorang napi terpidana mati di Lapas Klas 1 A Makassar yang diduga jenis ekstasi baru.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Eka Yudha saat melakukan press release yang didampingi langsung oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono, Kepala Lapas Makassar, Marasidin Siregar, Kepala Bea Cukai, Gusmiadirrahman dan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, di MaPolda Sulsel, Senin (20/11/2017).

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Eka Yudha mengatakan bahwa, pengungkapan kasus peredaran ekstasi merupakan hasil kerja sama dengan Bea Cukai dan Lapas Kelas I Makassar.

Ribuan ekstasi tersebut kata Eka berasal dari Negara Belanda dan dikirim langsung ke Indonesia tepat di Makassar dengan jasa pengiriman.

“Asal barang dari Negeri Belanda dengan merek Guccy dan ini merek baru dan bentuk yang baru yaitu persegi panjang dimana biasanya berbentuk bulat dan ini merupakan ekstasi yang baru di Indonesia,” jelas Eka Yudha.

Pengiriman barang haram tersebut, lanjut Eka, langsung di tujukan ke alamat Jalan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan sebagai penerima adalah pelaku yang bersuami istri yaitu Suriansyah (25), dan Andi Sandra Puspa Dewi (23).

Eka mengatakan, ekstasi tersebut dipesan langsung oleh seorang nara pidana dengan terpidana mati di Lapas Klas I Makassar dengan nama Amir alias Aco (38). Kemudian barang itu bakal dijemput oleh pelaku Thamrin Harapan (42), dan Arsal (16). Sedangkan, Sufiati Daeng Kanang (73) berperan sebagai yang memberikan atau memasukkan barang tersebut ke pelaku Amir alias Aco didalam Lapas.

“Rangkaian kegiatan yang diotaki oleh napi dengan status hukuman mati dan sudah melakukan transaksi narkoba jenis ekstasi sebanyak 3 kali di Makassar. Dan kita belum tahu yang lain berapa banyak,” pungkasnya.

Saat ini, keenam pelaku beserta Aco yang merupakan Nara pidana telah diamankan di MaPolda Sulsel untuk dilakukan pengembangan kasus lebih lanjut serta mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Penulis : Illank

Leave a Reply