Mulai Tahun Ini, Program Subsidi Listrik Tepat Sasaran Khusus Warga Tidak Mampu

RAPORMERAH.CO MAKASSAR – PT PLN secara bertahap akan mencabut subsidi listriknya bagi rumah yang dialiri listrik 900 Volt Amper (VA).

Sesuai peraturan Menteri ESDM No.28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik Yang Disediakan oleh PT PLN (Persero) serta Peraturan Menteri ESDM No.29 Tahun 2016 tentang mekanisme pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik untuk rumah tangga dan surat edaran MENDAGRI No. 671/4809/SJ tanggal 16 Desember 2016 tentang Dukungan Penanganan Pengaduan Dalam Pelaksanaan Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran.

Setelah mendapatkan berupa Data elektronis yang berasal dari Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 oleh Tim Nasional Percepatan Penaggulangan Kemiskinan (TNP2K) PLN telah melakukan pemadanan data agar subsidi listrik lebih tepat sasaran. Jumlah pengguna listrik dengan daya 900 VA di Sulsel, Sultra dan Sulbar adalah 1.233.199 pelanggan. Pelanggan yang mendapatkan subsidi di Sulsel, Sulsel, dan Sultra adalah 305.474 pelanggan.

Dalam press conference yang diadakan di PT PLN Wilayah Sulselrabar, Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan Aris Suwardiyanto PLN memaparkan bahwa alokasi subsidi dalam APBN dapat dialihkan untuk belanja yang lebih menyentuh rakyat seperti pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Timur Indonesia “Kebijakan ini nantinya akan bermanfaat untuk pembangunan infrastruktur dan saudara-saudara kita yang belum menikmati listrik,” kata Aris Suwardiyanto dalam kesempatannya, Kamis (22/6).

Berdasarkan data dari TNP2K, ada 4.016.948 rumah tangga miskin dan rentan miskin yang layak menerima subsidi listrik dengan daya 900VA, sementara data pelanggan PLN dengan tarif R I -900 gVA per November 2015 ada 22.639.000 rumah tangga “Subsidi listrik tepat sasaran ini berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No, 29 Tahun 2016, bahwa penerima subsidi adalah rumah tangga pengguna 450 VA dan 900 VA miskin dan tidak mampu,” pungkasnya.

Peliput : Illank  |   Editor : Akbar

Leave a Reply