Mantan Jubir Nurdin Halid Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat ditemui | Foto : illank

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat ditemui | Foto : illank

RAPORMERAH.CO – Pihak Polda Sulsel menetapkan Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Risman Pasigai sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik Rusdi Abdullah (Rudal).

Risman Pasigai yang juga mantan juru bicara pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahar dalam Pilgub Sulsel lalu, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik ini, setelah penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel melakukan gelar perkara yang sebelumnya berstatus sebagai saksi.

Kasus ini berawal dari acara Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulsel yang dilaksanakan pada tanggal 26 Juli lalu di Hotel Novotel Jalan Jenderal Sudirman Kota Makassar, setelah adanya selembaran yang disebar oleh dua orang kader partai tersebut yang menolak digelarnya musda itu, lalu Risman menuduh kedua orang itu merupakan kader-kader dari Rusdin Abdullah.

Sehingga dengan tuduhan tersebut, membuat pihak Rusdin Abdullah pun merasa keberatan dan melaporkan ke pihak Polda Sulsel.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, bahwa Risman Pasingai ditetapkan sebagai tersangka, setelah adanya laporan dugaan pencemaran nama baik dengan korban Rudal.

“Kita sudah tetapkan Risman sebagai tersangka. Namun, Risman tidak akan ditahan karena ancaman hukumannya hanya sembilan bulan penjara,” kata Dicky saat ditemui, Jumat (8/11/2019).

Dicky Sondani menerangkan, bahwa konflik ini merupakan permasalahan internal sesama kader Partai Golkar Sulsel. Tetapi, Rusdin Abdullah merasa tersinggung dengan tudingan Risman Pasingai sehingga hal itu dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kendati demikian, Dicky mengaku pihaknya tidak dapat menahan Risman Pasingai walaupun sudah ditetapkan sebangai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik.

“Tidak bisa ditahan, karna ancamannya dibawah lima tahun. Jadi tersangka yang bisa ditahan kalau hukumannya diatas lima tahun, tapi proses tetap lanjut sampai proses sidang pengadilan,” pungkasnya.

Mantan juru bicara pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahar dalam Pilgub Sulsel lalu ini pun akan dijerat dengan pasal 310 dan pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dengan hukuman 9 bulan penjara.

(Mir/Azr)

Leave a Reply