Mantan Hakim MK Tanggapi Sidang Sengeketa Pilpres 2019

Mantan hakim Mahkamah Konstitusi periode 2003-2008, Professor Laica Marzuki

Mantan hakim Mahkamah Konstitusi periode 2003-2008, Professor Laica Marzuki

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Mantan hakim Mahkamah Konstitusi periode 2003-2008, Professor Laica Marzuki menanggapi sidang perdana sengketa Pilpres 2019 yang digelar hari ini di Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Professor Laica Marzuki menyoroti berkas gugatan yang diajukan kuasa hukum pasangan calon nomor urut dua, Prabowo-Sandi yang berisi argumentasi kuantitas maupun kualitatif untuk menunjang klaim mereka.

Menurut Laica Marzuki mengatakan, dalam materi gugatan tim hukum capres cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang dipimping Bambang Widjojanto, dalam sidang perdana sengketa Pilpres 2019 yang digelar MK berisi argumentasi kuantitas maupun kualitatif yang menunjang klaim mereka yakni, terdapat kecurangan yang terstruktur, sistematis, massif yang dilakukan capres cawapres nomor urut 01, Joko Widodo – Ma’aruf Amin saat Pemilu.

“Sehingga proses pengadilan di MK bisa berlangsung secara kuantitaf maupun kualitatif dan semua hasil tergantung hakim MK yang akan melihat dari sudut pandang mana akan menilai sebuah keputusan,” kata mantan hakim MK ini saat ditemui di kediamannya, malam tadi.

Laica menjelaskan, di sinilah pentingnya keputusan MK nanti, karena banyak anggapan bahwa yang kualitatif itu bukan kewenangan MK, namun, justru pemohon dalam hal ini tim hukum capres cawapres nomor urut 02 mengatakan hal itu merupakan kewenangan MK.

“Sehingga ketika pemeriksaan pendahuluan, MK lebih dulu mempertanyakan kepada pemohon apa yang ingin dipermasalahkan kuantitaf atau kualitatif,” ujarnya.

Sementara, terkait banyaknya pihak yang meragukan independensi MK dalam penyelesaian sengketa Pilpres, Laica menyebutkan bahwa Mahkamah Konstitusi di pasal 24 ayat 2 UUD 1945, sebagai lembaga peradilan bagian kekuasaan hakim yang merdeka.

“Yang artinya hakim tidak dapat dipengaruhi siapapun, termasuk dari pemerinta sekalipu,” tutupnya.

(Mir/Azr)

Leave a Reply