Mabes Polri – Polda Sulsel Tangkap Penambang Emas Ilegal di Kawasan PT Freport 

Polisi amankan tiga warga Kota Makassar diduga melakukan penambangan emas secara ilegal di Timika Papua | Foto : Illank

Polisi amankan tiga warga Kota Makassar diduga melakukan penambangan emas secara ilegal di Timika Papua | Foto : Illank

RAPORMERAH.co, MAKASSAR -Tiga orang warga Kota Makassar diciduk anggota Bareskrim Mabes Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel,

Ketiganya ditangkap atas dugaan Sindikat penambang ilegal di kawasan konsesi PT Freport di Timika, Papua.

Masing-masing pelaku berinisial D (49), J (50) dan A (45) dihadirkan saat rilis kasus ini di Aula Dit Reskrimsus Polda Sulsel, Kamis (13/9/2018).

Dari aksi tambang ilegal pelaku, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 23 kg emas dan 10 lempeng emas yang belum diketahui beratnya.

Kasubdit 5 Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol S Putut Wicaksono mengatakan, bahwa awalnya anggota kepolisian terlebih dahulu tersangka berinisial D pada tanggal 24 Mei 2018 lalu di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Tak hanya menangkap D, pihak kepolisian juga menyita barang bukti dari tangan tersangka berupa emas berbagai bentuk, merupakan hasil tambang ilegal di Timika, Papua. Dengan total barang bukti emas yang diamankan dari tangan tersangka D adalah 15 batang emas lantakan seberat 16 kilogram lebih.

“Sudah kita timbang di Pegadaian ini totalnya adalah 16 kilo 779 gram,” ujar Kombes Putut.

Tak sampai disitu, lanjut Kombes Putut, dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka J di tokonya pada tanggal 25 Mei 2018 di Jalan Somba Opu. Dan kembali mengamankan barang bukti 18 batang emas besar dan kecil dengan berat total 6 kilo lebih.

Sementara anggota Dit Reskrimsus Polda Sulsel yang turut melakukan pengembangan atas kasus ini, kembali mengamankan satu tersangka berinisial A. Tersangka A yang berangkat dari Timika, Papua diamankan petugas saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin.

“Kalau yang ini belum bisa kita timbang karena sudah disegel saat diperiksa di Labfor (Laboratorium Forensik),” ujar Kompol Trihanto.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa handphone, nota-nota transaksi jual beli emas, buku rekening, alat potong dan alat cetak emas, serta alat timbangan emas.

 

Penulis : Illank | Editor : A.Azhar

Leave a Reply