LPJ Gubernur Sulsel Diterima DPRD

RAPORMERAH.CO MAKASSAR -Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyerahkan draft laporan pertanggung jawaban (LPJ) di rapat Paripurna agenda penjelasan terkait pelaksanaan Sulawesi Selatan tentang pertanggung jawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2016, di Gedung DPRD Sulsel,  Selasa (4/7/2017).

Usai memberikan laporan pertanggungjawaban,  SYL kemudian memberikan draft laporan ke Ketua DPRD Sulsel HM Roem.

Gubernur menyerahkan draft laporan pertanggungjawaban (LPJ). Ada tujuh draft laporan yang diserahkan ke DPRD diantaranya laporan realisasi anggaran, laporan perubahan SAL, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan, serta laporan keuangan Badan Usaha Milik Daerah (B UMD).

Untuk tahun anggaran 2016, Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Pendapatan Daerah dianggarkan sebesar Rp7,36 triliun lebih, terealisasi sebesar Rp7,16 triliun lebih, atau 97,27 persen. Kurang dari target sebesar Rp200,91
miliar lebih, atau 2,13 persen, jika
dibandingkan dari realisasi tahun lalu sebesar Rp6,10 triliun lebih. Sementara
total pendapatan daerah mengalami peningkatan sebesar Rp1,05 triliun lebih atau 14,75 persen.

Pendapatan Asli Daerah (PAD)
dianggarkan sebesar Rp3,51
triliun lebih, realisasi sebesar Rp344 triliun lebih, atau 98,08 persen, kurang dari target sebesar Rp67,23 miliar lebih atau 1,92 persen. Jika dibandingkan dari realisasi tahun lalu sebesar Rp3,27 triliun lebih, mengalami peningkatan sebesar Rp178,73 miliar lebih atau 5,18 persen.

Sementara pendapatan tansfer dan dana perimbangan dianggarkan sebesar Rp3,83 triliun lebih, realisasi sebesar Rp3,70 triliun lebih atau 96,61 persen. Kurang dari target sebesar Rp129,95 miliar lebih atau 3,39 persen. Jika dibandingkan dari realisasi tahun lalu sebesar Rp2,80 triliun lebih berarti mengalami peningkatan sebesar Rp895,18 miliar lebih atau 24,16 persen.

Lain-lain pendapatan yang sah, (pendapatan hibah) dianggarkan sebesar Rp11,92 miliar lebih, realisasi sebesar Rp8,21 miliar lebih, atau 68,82 persen. Kurang dari target sebesar Rp3,71 miliar lebih atau 31,18 persen jika dibandingkan dari realisasi tahun lalu sebesar Rp25 35 miliar lebih berarti mengalami penurunan sebesar Rp17,14 miliar lebih.

Belanja daerah dan transfer, dianggarkan sebesar Rp7,29 triliun lebih.  Realisasi sebesar Rp6,93 triliun lebih atau 95 persen kurang dari anggaran sebesar Rp364,57 miliar lebih atau 5 persen. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebesar Rp6,14 triliun lebih berarti mengalami peningkatan sebesar Rp781,37 miliar lebih atau 12,71 persen.

 

Peliput : Noya | Editor : Akbar

Leave a Reply