Konsumsi Sabu, Pengedar Sabu Bersama Seorang Dancer THM Ditangkap Dalam kamar Hotel

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika saat memperlihatkan barang bukti dan pelaku peredaran narkoba. (Foto/illank)

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika saat memperlihatkan barang bukti dan pelaku peredaran narkoba. (Foto/illank)

RAPORMERAH.CO, MAKASSAR – Anggota Tim Elang Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar kembali meringkus pelaku peredaran narkotika jenis sabu di sebuah hotel yang terletak di Jalan Alimalaka, Kota Makassar.

Pengedar sabu yang diamankan anggota Tim Elang Satresnarkoba Polrestabes Makassar yakni, Roby Djiady (47) yang merupakan residivis dalam kasus yang sama.

Tak hanya itu, pihak kepolisian juga mengamankan, Fahmi (36), MR (44) YF (30) dan NPP (22).

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, pelaku peredaran narkoba ini berhasil diungkap pihaknya setelah dilakukan penggerebekan di salah satu kamar hotel di Jalan Alimalaka, Kota Makassar.

“Roby Djiady bersama teman wanitanya berinisial NFF ditemukan sementara mengkonsumsi sabu di dalam kamar hotel. Roby ini juga diketahui mengedarkan sabu dan pil extacy. Kita berhasil amankan barang buktinya tiga sachet sabu dan tujuh butir pil extacy,” kata Diari saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Rabu (10/4/2019).

Setelah itu, lanjut Diari, pihaknya kemudian mengembangkan ke pelaku lainnya dan berhasil menangkap Fahmi serta YF yang merupakan jaringan pengedar narkotika jenis sabu.

“Semua yang kita amankan adalah jaringan pengedar, kecuali NFF yang merupakan penari di THM Hotel Golden Tulip,” ujarnya

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar akan menyurati pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk meminta THM yang berada di Hotel Golden Tulip agar segera ditutup.

“Karena sebelumnya kita pernah menangkap satu pelaku pengedar sabu di salah satu kamar hotel tersebut,” bebernya.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 112 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1) Juncto pasal 132 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

(Ink/Azr)

Leave a Reply