Komplotan Pembobolan Brankas Ditangkap Polisi

RAPORMERAH.CO – Personel Resmob Polda Sulsel bersama Polres Sidrap berhasil mengungkap pelaku pembobolan brangkas milik salah satu perusahaan swasta di Jalan Poros Lintas Kabupaten Parepare-Sidrap, Kecamatan Wattang Pulu, Sidrap.

Kelima pelaku itu masing-masing, MT (44), TJ (29), AM (35), DW (44) dan seorang perempuan berinisial RT (24). Mereka merupakan komplotan pelaku pencurian lintas provinsi.

Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Adnas mengatakan, bahwa pihaknya berhasil meringkus komplotan pelaku pembobolan brangkas di Sulawesi Selatan yang berhasil mengasak Rp 700 juta.

“Jaringan ini sudah lama kita dalami. Jaringannya telah kami pantau dan alhamdulillah berdasarkan hasil pengembangan kita ungkap dan tangkap para pelaku dalam jaringan ini,” kata Adnas dalam eskpos tangkapan di Mapolda Sulsel, Kamis (12/12/2019).

Kejadian ini terjadi pada Jumat 29 Juli lalu, sekitar pukul 04.00 Wita. Dimana mereka memanfaatkan kelengahan petugas jaga sehingga para pelaku melakukan aksinya. Dengan menggunakan linggis dan obeng panjang mereka berhasil menjebol pintu masuk dan mencongkel brankas yang berisikan uang ratusan juta.

Usai melancarkan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri secara berpencar ke berbagai daerah untuk menghindari kejaran pihak kepolisian. Setelah empat bulan dalam oelariannya, tim gabungan berhasil menangkap para pelaku di dua lokasi. Satu pelaku ditangkap di Ambon dan empat lainnya di Kota Makassar.

Pelaku terang Adnas memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksinya. Dimana MT sebagai pimpinan sekaligus merencanakan seluruh aksi kejahatannya. TJ sebagai eksekutor merusak pintu dan membobol brankas.

Sementara, AM sebagai penyedia jasa kendaraan ketika akan beraksi. RT sebagai pemberi informasi yang lebih dulu memantau sasaran. DW berperan sebagai orang yang mengamankan atau menyembunyikan barang bukti hasil kejahatannya.

“Kita masih selidiki dan dalami apakah ada atau tidaknya keterlibatan orang di dalam (perusahaan) dalam kasus ini,” ungkapnya.

Pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti hasil curian, seperti brankas, dua buah linggis, tiga unit handphone dan kendaraan roda empat yang digunakan dalam beraksi.

Akibat perbuatannya kelima pelaku dijerat Pasal 363 Ayat 1 ke-3e,4e,5e dan Ayat 2 KUHPidana juncto Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman minimal 9 tahun penjara.

(Mir/Azr)

Leave a Reply