Komisioner KPU Sulsel Laporkan Media Penyebar Berita Hoax ke Polisi

Anggota KPU Sulsel, Faisal Amir saat ditemui di Mapolda Sulsel. (Foto/illank)

Anggota KPU Sulsel, Faisal Amir saat ditemui di Mapolda Sulsel. (Foto/illank)

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Faisal Amir melaporkan media online Tajuksulsel ke Mapolda Sulsel atas pemberitaannya yang dianggap sangat merugikan dirinya.

Dalam berita yang diposting Tajuksulsel, dimana calon Gubernur Sulsel bertemu dengan salah satu anggota KPU Sulsel berinisial FA di Jakarta. Akan tetapi tidak menjelaskan kapan dan dimana persisnya pertemuan itu berlangsung.

Saat ditemui di Mapolda Sulsel, anggota KPU Sulsel, Faisal Amir mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan pihak Polda Sulsel terkait pemberitaan hoax oleh Tajuksulsel dan melaporkan media tersebut.

“Hasilnya adalah saya melapor. Karena sangat merugikan bagi saya, secara pribadi. Walapun inisialnya FA, tetapi inisial itu cuman saya sendiri di KPU Sulsel,” kata Faisal Amir usai melapor di Polda Sulsel, Rabu (18/4/2018) sore tadi.

Selain merugikan dirinya sendiri lanjut Faisal, akibat pemberitaan tersebut juga merugikan institusi penyelenggara pemilu sebagai lembaga yang berintegritas. Sehingga kata Faisal pemberitaan itu harus diklarifikasi untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

“Cuman ini media tajuksulsel tidak jelas keberadaannya atau istilahnya media abal-abal. Jadi saya laporkan ke Polda Sulsel dan juga ke Dewan Pers,” ujarnya.

Faisal menuturkan bahwa ada pemberitaan hoax yang menuduh dirinya bertemu dengan salah satu paslon Pilgub.

“Kemarin kan, saya berada di kantor Gubernur Sulsel kegiatan KPK, namun dalam berita itu dikatakan saya berada di Jakarta. Jadi betu-betul hoax dan pencemaran nama baik sehingga saya melaporkan dengan koordinasi teman-teman di KPU,” bebernya.

Faisal menilai bahwa menjaga kepercaya masyarakat pada proses Pilkada ini sangat penting dan menurutnya ini terkait integritas yang merupakan harga mati.

“Ini terkait etika penyelenggara pemilu. Itu hal yang penting dijaga oleh penyelenggara pemilu. Jika hal itu terganggu maka secepatnya kita perbaiki,” tegasnya.

Ia mengaku bahwa dirinya tak mengetahui darimana asal informasi itu dan tak mengetahui dari pihak Tajuksulsel.

“Saya tidak tahu dasarnya darimana ini Tajuksulsel. Karena tanggal 16 dan 17 saya ikut acara KPK. Dan saya sudah lama tidak pernah ke Jakarta lagi. Saya kira ini pemberitaan bohong dan harus segera diklarifikasi dan juga harus mengembalikan kepercayaan publik,” tutupnya.

Penulis : Illank

Leave a Reply