Kisruh Tender Stadion Mattoanging Makassar

Ilustrasi / IST

Ilustrasi / IST

RAPORMERAH.CO | Dewan Pengurus Pusat Lembaga Komunitas Anti Korupsi (DPP L-KONTAK) mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk segera menuntaskan laporan Dugaan Tindak Pidana Korupsi terkait Detail Engineering Design (DED) Stadion Matoangin.

Sekretaris Umum DPP L-KONTAK, Marthen Mantiri yang dihubungi mengatakan, bahwa Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan harus segera memeriksa dan menuntaskan kasus ini agar tercipta kepastian hukum bagi masyarakat khususnya para peserta tender Detail Engineering Design (DED) Stadion Matoangin.

“Kejati harus segera menuntaskan laporan tersebut, agar didapatkan kepastian hukum bagi para pihak terkait dan publik memperoleh informasi tentang penanganan kasusnya,” kata Sekretaris Umum DPP L-KONTAK, Marthen Mantiri.

Ditambahkan Marthen Mantiri, Kejati Sulsel saat ini mestinya lebih fokus terkait laporan lembaganya mengingat pembangunan stadion tersebut nantinya menjadi Ikon Kota Makassar.

“Jika terwujud Stadion Matoangin ini akan dibangun dengan menggunakan Design berstandar FIFA, maka Stadion Mataoangin adalah salah satu Ikon Kota Makassar. Kami berharap agar Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan tidak menggunakan waktu lama untuk merampungkan proses pelidikan dan penyidikan” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, diduga proses tender saat ini masih dalam status penudaan penandatangan kontrak sehingga diharap dengan ditindaklanjutinya laporan DPP L-Kontak akan mengurangi resiko kasus ini menjadi temuan besar yang dapat mengakibatkan dugaan keterlibatan Gubernur dan KPK kemungkinan besar dapat mengintervensinya.

Karena, kata Marthen, fakta serta alat bukti yang telah dilampirkan dalam laporan tersebut dapat digunakan dan dijadikan dasar oleh penyidik.

Marthen juga mengingatkan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk memprioritaskan penuntasan kasus DED Stadion Matoangin karena berkaitan dengan tingginya keinginan masyarakat Sulawesi Selatan khusunya Kota Makassar agar Pembangunan Stadion Matoangin dapat segera terwujud. (***)

Leave a Reply