Kejaksaan Total Tangani 17 Dugaan Pelanggaran Pemilu 2019

Grafik penanganan perkara pemilu tahun 2019 yang ditangani Kejati Sulsel.

Grafik penanganan perkara pemilu tahun 2019 yang ditangani Kejati Sulsel.

RAPORMERAH.co, MAKASSAR – Dugaan tindak pidana pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) yang ditangani seluruh Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Sulselbar mencapai 17 perkara.

Dimana 17 perkara tersebut, ditangani seluruh wilayah hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar dalam periode 1 Januari hingga 1 April 2019.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Salahuddin menerangkan, bahwa sepanjang proses Pemilihan Calon Legislatif (Pilcaleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) telah terjadi dugaan tindak pelanggaran yang ditangani oleh pihaknya.

“Terhitung dari 1 Januari hingga 1 April 2019 ini, ada 17 perkara dugaan tindak pelanggaran Pemilu ditangani oleh kejaksaan,” kata Salahuddin kepada Rapormerah.co, saat dikonfirmasi, Rabu (3/4/2019).

Perkara yang ditangani oleh pihak kejaksaan sebut Salahuddin, dimana tahap pembahasan sebanyak 3 perkara, pra penuntutan ada 1 perkara.

“Sementara perkara yang sudah inkracht sebanyak enam perkara. Dan 4 perkara sudah sampai dalam tahap penuntutan. Sedangkan ada 2 perkara dalam tahap upaya hukum, serta ada 1 perkara yang tidak dilanjutkan,” jelasnya.

Lanjut Salahuddin, seperti yang di Kabupaten Bantaeng ada satu perkara dugaan tindak pidana pelanggaran Pemilu yang sudah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bantaeng.

“Ada oknum perangkat Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng sudah dijatuhi vonis 3 bulan penjara dan denda Rp 2,5 juta dengan subsidaer 1 bulan penjara. Karena dianggap melanggar pasal 494 juncto pasal 280 ayat (2) huruf i dan ayat (3) UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Ini membuktikan kita tidak main-main dalam tindak pelanggaran Pemilu,” pungkasnya.

(Mir/Azr)

Leave a Reply