Kasus Penganiayaan Siswa SMKN 2 Gowa, Ini Tanggapan Kepala Sekolah

RAPORMERAH.CO – Aksi penganiayaan yang menyebabkan pelajar ini babak belur terjadi pada Jumat, 21 Februari 2020, kemarin, kini mendapat pelayanan baik dari pihak rumah sakit.

Kepala Sekolah SMKN 2 Nurhadi yang di konfirmasi Rapormerhal.co membenarkan kejadian pemukulan tersebut, menurutnya, pelaku pemukulan berjumlah 5 orang.

“Sekitar 5 orang langsung masuk ke sekolah dan mengaku sebagai petugas kepolisian. Dan mereka ini masuk keruangan kelas 10 jurusan teknik komputer jaringan B dan menarik korban lalu memukulinya beramai-ramai ”

Pemukulan yang dilakukan oleh para pelaku kata Nurhadi memang disaksikan oleh guru dan anak murid lainnya, namun mereka tidak berani membantu lantaran di ancam dan akan di lempari batu.

” Guru dan beberapa siswa diancam dan akan dilempari batu jika berusaha menolong, sehingga mereka ketakutan dan tak bisa berbuat apa” terang Nurhadi

Menurutnya pelaku masuk melalui pintu akses SMKN 3 dan bukan melalui jalur sekolah sehingga tidak diketahui karena datangnya tiba-tiba.

” Kalau pelaku lewat jalur sekolah pasti akan di tanya penjaga pos security tujuannya mau kemana, pasti jelas itu dan pak pak kadis tadi sudah meninjau lokasi dan berencana akan menutup akses pintu dari arah SMKN 3″ Terangnya.

Dirinya juga memotifasi kepada siswa yang di pukul agar tak perlu khawatir, dan tetap beraktivitas disekolah, karena pihak sekolah akan memberika kenyamanan dalam hal proses pelajaran siswa, tutupnya

Sementara itu Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Basri mengatakan dengan melihat kondisi ini pihaknya akan bertidak untuk menutup akses pintu masuk dari SMKN 3 ke SMKN 2 sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi lagi.

” Kita lihat dulu perkembangannya dan kalau memungkinkan untuk ditutup maka kami akan tutup pintu yang menghubungkan dari SMKN 3 ke SMKN 2″ Terangnya

(Ril/Andi Batara)

Leave a Reply